alkaloid & antihistamin

Reaksi umum untuk alkaloid

  1. 1. Reaksi pengendapan untuk alkaloid
  2. Reaksi Mayer : HgI2
  • HgCl2 1 bagian + KI 4 bagian
  • Cara : zat + pereaksi Mayer timbul endapan kuning atau larutan kuning bening → + alakohol endapannya larut. Reaksi dilakukan di objek glass lalu Kristal dapat dilihat di mikroskop. Jika dilakukan di tabung reaksi lalu dipindahkan, Kristal dapat rusak. Tidak semua alkaloid mengendap dengan reaksi mayer. Pengendapan yang terjadi akibat reaksi mayer bergantung pada rumus bangun alkoloidnya.
  1. Reaksi Bouchardat
  • I2 2 bagian + KI 4 bagian + aqua ada 100
  • Cara : sampel zat + pereaksi Bouchardat  → coklat merah, + alkohol  → endapan larut.
  1. Pereaksi-pereaksi lain yang memberikan endapan dengan alkaloid
  • Sublimat larutan 5%.

Sublimasi dilakukan dengan cincin sublimasi.

Cara: pada objek glass, taruh zat + talk lalu aduk-aduk, letakkan cincinnya dan taruh objek glass di atas cincin tersebut. Taruh kapas di atasnya, yang dilihat yang di atasnya.

  • Tanin ;larutan 10% (membentuk endapan alkaloid-tannat).
  • Asam pikrat/pikrolin 1% ( membentuk endapan pikrat)
  • Reaksi Kalomel: zat digerus dengan kalomel lalu diberi nafas supaya lembab à endapan.

  1. 2. Reaksi warna
  • Dengan asam kuat : H2SO4 pekat dan HNO3 pekat (umumnya menghasilkan warna kuning atau merah)
  • Pereaksi Marquis
    • Zat + 4 tetes formalin + 1 ml H2SO4 pekat (melalui dinding tabung, pelan-pelan)  → warna.
    • Pereaksi Forhde : larutan 1% NH4 molibdat dalam H2SO4 pekat
      • Zat + pereaksi Forhde  → kuning kecoklatan
      • Reaksi King
        • Zat + diazo A (4 bagian) + diazo B (1 bagian) + NaOH sampai alkalis  → warna merah intensif.
        • Reaksi Nelzer Larutan zat dalam alkohol absolut + 1 tetes CuSO4 dan CS2 à warna coklat seperti minyak.
        • Reaksi Mandelin : zat + H2SO4 + FeCl3àwarna
        • Reaksi Roux: 1 tts NaOH + 1 tts KMnO4 + 20 tts Na nitroprusid à kocok à larutan dan endapan, larutan diambil.
        • Reaksi Serulas & Lefort : larutan zat dalam H2SO4 encer + KI + CHCl3 à dikocok; lapisan CHCl3 akan berwarna.
        • Reaksi Huseman : zat + H2SO4 pekat à dipanaskan di atas api sehingga dihasilkan apomorfin + HNO3 65% + KNO3 padat à warna.
        • Reaksi Bosman: larutan zat dalam H2SO4 encer  + KMNO4 à dikocok dengan CHCl3; lapisan CHCl3 akan berwarna violet kemudian terbentuk endapan coklat.
        • Reaksi Zwikker : Zat +1 ml Pyridin 10% + CuSO4 à batang panjang tidak berwarna, Kristal tidak spesifik dan dibuat di objek glass.
        • Reaksi Mandelin  amonium vanadat  ½ % dalam air + H2SO4 pekat.
        • Reaksi Murexide : Zat + 1 tetes H2O2  3 % atau KClO3  padat +    1 tetes HCl 25%, panaskan di water bath hingga kering à agak Jingga; + NH4OH à warna Ungu
        • Reaksi Parri : Zat + Co(NO3)2, lalu + uap NH4OH àwarna ungu.
        • Reaksi Vitally : zat + HNO3 berasap, diuapkan di atas water bath sampai kering, + spir/alkali à ungu, tahan dalam aseton
          • Apomorfin : merah
          • Strychnine : merah ungu
          • Veratrin : coklat jingga
          • Reaksi Lieberrman: H2SO4 pekat + HNO3 pekat
          • Reaksi Sanchez : zat + p-nitrodiabendazol (p-nitoanilin +NaNO2 + NaOH)à ungu à jingga.
          • Reaksi Pesez : zat + H2SO4 + lar. KBr, panaskan di atas water bath à hijau, ditarik dengan CHCl3 à biru hijau.
          • Reaksi Thalleiochin : larutan zat dalam asam asetat encer + 1 tetes aqua brom + NH4OH berlebihàhijau zamrud + kloroformàdifloresensi
          • Reaksi Erytrochin : larutan zat dalam HCl encer + aqua brom (hingga kuning) + kalium ferrocyanida + CHCl3 + NH4OH, kocok homogen → lapisan CHCl3 berwarna merah.
          • Reaksi Sanchez. (reagen : larutan jenuh p-nitronilin dalam 1% H2SO4 + NaNO2). Zat + H2SO4 75 % + 1 tetes reagen + NaOH → ungu tua, asamkan dengan H2SO4 → jingga.
          • Reaksi Feigel : 5 tetes H2SO4 pkt + sedikit yohimbin ad larut + kristal khloral hidrat panaskan di WB → merah biru stabil, + air → warna hilang.
          • Reaksi esterifikasi :  Zat + alkohol + H2SO4 conc. Panaskan → bau khas.
          • Reaksi isonitril : Zat + spiritus + KOH → panaskan → ditambah CHCl3 → panaskan lagi → bau iso nitril (segera diasamkan karena bau beracun/busuk)
          • Reaksi Runge : Dipanaskan dengan HCl 25% → dinginkan → ditambah NaOH ad basa lemah → berwarna ungu kotor
          • Reaksi Indophenol:  Panaskan dengan HCl → dinginkan diencerkan dengan air + phenol + kaporit → nampak ungu kotor → ditambah NH4OH berlebih → berwarna biru + HNO3 à tidak berwarna kuning.
          • Reaksi Ehrlich : Zat padat + pereaksi p-DAB HCl → berwarna kuning kenari
          • Reaksi Wassicky : zat + p-DAB +H2SO4 pekat à merah ungu
          • Reaksi korek api : zat + HCl lalu batang korek api dicelupkan à jingga/kuning.
  1. 3. Reaksi Kristal:
  2. Reaksi Kristal dragendorf

Pada objek glass, zat +HCl aduk, lalu teteskan dragendorf di pinggirnya dan jangan dikocok, diamkan 1 menit à Kristal dragendorf

  1. Reaksi Fe-complex & Cu-complex:

Pada objek glass, gas ditetesi dengan Fe-compleks dan Cu-complex lalu tutup dengan cover glass à panaskan sebentar, lalu lihat Kristal yang terbentuk.

  1. Pada objek glass, zat + asam lalu ditaburkan serbuk sublimat dengan spatel, sedikit saja digoyangkan di atasnya à Kristal terlihat.
  2. Reaksi Iodoform : zat ditetesi NaOH sampai alkali + sol. Iodii lalu dipanaskan hingga berwarna kuning (terbentuk iodoform), lalu lihat Kristal bunga sakura di mikroskop.
  3. Reaksi Herapatiet. (reagen : air + spirtus + asam cuka biang + sedikit H2SO4 dan aqua iod sampai agak kuning pada objek glass). Zat + 1 tetes reagen → kristal lempeng (coklat/violet)

Reaksi Khusus untuk Alkaloid Alam

  1. 1. Alkaloid Derivat Fenil Alanin

1.1 Alkaloid Amin

1.1.1 Efedrin HCl

Asal (efedrin)  : Ephedra vulgaris

Organoleptis    : serbuk putih halus, tidak berbau, rasa pahit

Kelarutan        : larut dalam lebih kurang 4 bagian air

Reaksi Identifikasi:

1. Larutan zat dalam air + PbSO4 + NaOH à violet.

2. Larutan zat dalam air +NaOH 0,1 N + 3 ml CCl4 à dikocok , dibiarkan à pisahkan lapisan organik + sedikit tembaga à kocok à keruh lalu terbentuk endapan.

3. Reaksi oksidasi oleh KMnO4 à bau benzaldehid.

4. Reaksi iodoform (+)

5. Reaksi Nelzer: Larutan zat dalam alkohol absolut + 1 tetes CuSO4 dan CS2 à coklat minyak.

6. Zat + sulfanilat + NaOH à merah.

7. Larutan zat dalam air + HCl, + H2O2 + NaCl + 6 tetes NaOH à merah violet.

8. Larutan zat dalam air + AgNO3 à endapan (AgCl), dicuci dengan air, + NH4OH à endapan akan larut kembali.

1.2 Alkaloid Benzil Isokuinolon

1.2.1 Morfin

Asal: Papaver somniferum

1.2.1.1 Etil Morfin HCl

Sinonim           : Dionin

Organoleptis    : kristal putih

Kelarutan        : larut dalam 12 bagian air

Reaksi Identifikasi:

1. Reaksi KING, SANCHEZ, dan FESEZ (+)

2. Zat + H2SO4 + FeCl3 à dipanaskan dalam air mendidih à biru + HNO3 à merah/coklat merah tua.

  1. Reaksi iodoform (+)
  2. Reaksi FROHDE: kuning hijau.
  3. Reaksi MANDELIN: kuning hijau.
  4. Reaksi MARQUIS: ungu dalam waktu lama.
  5. Larutan zat dalam HCl + I2 à endapan yang larut dalam spiritus.

1.2.1.2 Morfin HCl

Organoleptis : serbuk hablur atau hablur jarum mengkilat atau massa berbentuk kubus; putih; tidak berbau; rasa pahit.

Kelarutan  : larut dalam 25 bagian air

Reaksi Identifikasi:

1. Larutan zat dalam air +1 tetes FeCl3 à biru (hilang dengan penambahan asam/ etanol 95% /jika dipanaskan).

2. Zat dilarutkan dalam campuran H2SO4 encer & air (1:19) + KI à coklat kuning.

3. Zat + H2SO4 + FeCl3 à dipanaskan dalam air mendidih à biru + HNO3 à merah/coklat merah tua.

4. Reaksi KING, SANCHEZ, dan FESEZ (+)

5. Reaksi FROHDE: ungu lalu menjadi hijau.

6. Reaksi MARQUIS: ungu dalam waktu singkat.

7. Reaksi SERULAS & LEFORT: larutan zat dalam H2SO4 encer + KI + CHCl3 à dikocok; lapisan CHCl3 akan berwarna ungu.

8. Reaksi HUSEMAN: zat + H2SO4 pekat à dipanaskan di atas api sehingga dihasilkan apomorfin + HNO3 65% + KNO3 padat à violet merah lalu menjadi merah darah.

9. Larutan zat dalam air +AgNO3 à endapan (AgCl), dicuci dengan air, + NH4OH à endapan akan larut kembali.

1.2.2 Kodein

Asal : Papaver somniferum

Reaksi Umum Kodein:

1. Zat + H2SO4 + FeCl3 à dipanaskan dalam air mendidih à biru + HNO3 à merah/coklat merah tua.

2. Reaksi KING, SANCHEZ, dan FESEZ (+)

3. Reaksi FROHDE: kuning-hijau-biru.

4. Reaksi MANDELIN: hijau biru.

5. Reaksi MARQUIS: ungu dalam waktu singkat.

6. Tidak bereaksi dengan FeCl3

7. Zat + H2SO4 + FeCl3 à biru.

8. Zat + NH4OH pekat à merah.

1.2.2.1 Kodein HCl

Organoleptis    : serbuk hablur putih atau hablur jarum tidak berwarna.

Kelarutan         : larut dalam 20 bagian air

Reaksi Identifikasi:

  1. Larutan zat dalam air + AgNO3 à endapan (AgCl), dicuci dengan air + NH4OH à endapan akan larut kembali.

1.2.2.2 Kodein Fosfat

Organoleptis  : serbuk hablur atau hablur berbentuk jarum halus; putih; tidak berbau; rasa pahit.

Kelarutan       : mudah larut dalam air; sangat mudah larut dalam air panas

Reaksi Identifikasi:

1. Larutan zat dalam air dinetralkan dengan NH4OH encer + AgNO3 à endapan kuning perak fosfat yang larut dalam HNO3 encer & dalam NH4OH encer.

2. Larutan zat dalam HNO3 encer + amonium molibdat à dihangatkan à endapan kuning kenari terang.

1.2.3 Papaverin HCl

Organoleptis            : hablur atau serbuk hablur; putih; tidak berbau; rasa pahit lalu pedas.

Kelarutan     : larut dalam lebih kurang 40 bagian air

Reaksi Identifikasi:

1. Zat + H2SO4 + FeCl3 à dipanaskan dalam air mendidih à biru + HNO3 à tidak menghasilkan warna merah /coklat merah tua.

2. Zat dilarutkan dalam H2SO4 à dipanaskan hingga suhu 160oC à violet.

3. Zat berfluoresensi ungu-biru.

4. Reaksi ERDMANN: ungu.

5. Reaksi FROHDE: ungu merah kersen.

6. Reaksi MANDELIN: hijau biru.

7. Reaksi MARQUIS: ungu-coklat rosa.

8. Reaksi BOSMAN: larutan zat dalam H2SO4 encer  + KMNO4 à dikocok dengan CHCl3; à lapisan CHCl3 akan berwarna violet kemudian terbentuk endapan coklat.

9. Larutan zat dalam air + AgNO3 à endapan (AgCl), dicuci dengan air + NH4OH à endapan akan larut kembali.

2. Alkaloid Derivat Lisin

2.1 Lobelin HCl

Organoleptis                  : Bubuk berwana putih, berbau, rasanya pahit

Kelarutan                      : Dalam air 1:40, dalam spiritus 1:10

Reaksi Identifikasi:

1. Reaksi Marquis: Ungu (lama)

2. Reaksi Frohde: Kuning Coklat

3. Larutan zat +  H 2SO 4 pekat à Tidak berwarna , Lalu + Formaldehid àWarna merah

4. Pemijaran: bau asetopenon

5. Reaksi Kristal: – KOH Padat

- HgCl2

- K 3Fe(CN)6

- Asam pikrat

  1. 3. Alkaloid Derivat Purin

3.1 Kofein

Organoleptis:  Serbuk atau bentuk jarum mengkilat biasanya menggumpal. Berwarna putih, Rasanya pahit, Tidak berbau Bersifat netral terhadap kertas lakmus.

Kelarutan                 : Dalam air = 1:20, mudah larut dalam spiritus dan CHCl3, sukar larut dalam eter, agak sukar larut dalam etanol 95%.

Reaksi Identifikasi:

1. Spektrum serapan inframerah zat yang telah dikeringkan pada suhu 80 selama 4 jam dan didispersikan dalam paraffin cair pekat menunjukan  maksimum hanya pada panjang gelombang yang sama seperti pada kofein PK.

2. Reaksi Murexide: Violet. Warna ini akan hilang jika ada penambahan larutan alkali.

3. Larutan zat dalam air + I2 à tidak terjadi nedapan;  + HCl à endapan Coklat, larut dalam NaOH

  1. Larutan zat + larutan tannin dalam air àendapan putih dalam reagen berlebih
  2. Larutan jenuh + larutan HgCl2 5% à endapan putih, rekristal dengan pemanasan akan tampak kristal jarum panjang
  3. Reaksi Zwikker à batang panjang tidak berwarna

 

3.2 Diuretin

Organoleptis         : Bubuk putih, rasa pahit, warna agak coklat

Kelarutan :  Larut dalam alcohol, CHCl3

Tidak larut dalam air

Reaksi Identifikasi:

  1. Reaksi Frohde à ungu-hijau
  2. Reaksi Marquis à ungu
  3. Reaksi Mandellin à cklat rose
  4. Zat + H2SO4+ FeCl, dipanaskan à  ( – ); ini yang membedakan Diuretin dengan Morphin dan codein
  5. Larutan zat + K3Po(CN)6 + FeCl3 à hijau berlin, biru berlin
  6. Zat + dinitro benzene , aduk, + NaOH à ungu muda-kuning
  7. Zat + H2SO4 + larutan KBr dipanaskan di water bath à warna coklat, kocok dengan CHCl3, lapisan CHCl berfluoresensi biru
  8. Seluras dan Lepori: ( + )
  • Zat + H2O2 + HNO3 + 1 tetes CuSO4 à kuning jingga
  • Zat + HAC + NaNO2 à kuning muda
  1. Reaksi Kristal à Dragendorf

 

3.3 Theobromin

Organoleptis   : Bubuk hablur, berwarna putih, berfluorosensis ungu biru

Kelarutan        : Dalam air = 1:0.03, dalam Spiritus= 1:0.02 , dalam eter= 1: 0.004.

Reaksi Identifikasi:

  1. Raksi Murexide ( + )
  2. Parri (- )
  3. Zat + larutan tannian à Endapan putih
  4. Zat + HCl + Aq. Iod àEndapan coklat  à hijau tua
  5. Reaksi Kristal
  • Dragendorf
  • Fe-kompleks
  • Cu-kompleks

3.4 Theofillin

Organoleptis : Serbuk hablur, berwarna putih, tidak berbau, rasa pahit, mantap di udara.

Kelarutan : Dalam air = 1:180, dalam spiritus = 1:80, tidak larut dalam eter, sukar larut dalam CHCl3, mudah larut dalam air panas, larut dalam 120 bagian etanol 95%, mudah larut dalam alkali hidroksida dan dalam ammonia encer.

Reaksi Identifikasi:

  1. Raksi Murexide ( + )
  2. Spektrum serapan inframerah zat yang telah dikeringkan dan didispersikan dalam kalium bromide menunjukan maksimum hanya pada panjang gelombang yang sama seperti pada teofilin BPFI
  3. Larutan jenuh + larutan tannin àendapan yang larut dalam pereaksi yang berlebihan
  4. Fluoresensi
  • Zat padat: biru muda
  • Dalam H2SO4: biru
  1. Larutan + NHOH + AgNO3 à Endapan seperti selai yang larut dalam HNO3

ROUX à Memberiksn warna hijau stabil

  1. Reaksi Parri à ungu
  2. Zat + aq. Brom àendapan putih stabil
  3. Reaksi Burian

Zat + Diazo A + Diazo B + NaOH à warna Merah

  1. Reaksi Kristal

Mayer

  • Bouchardat
  • Dragendorf
  • Fe-kompleks
  • Cu-kompleks
  • Sublimasi

 

3.5 Aminofillin

Organoleptis      : Bubuk atau serbuk, berwarna putih agak kekuningan, bau lemah mirip amoniak, rasanya pahit

Kelarutan : Larut dalam 5 bagian air, jika dibiarkan mungkin menjadi keruh, Praktis tidak larut dalam etanol 95% , Praktis tidak larut dalam eter

Reaksi Identifikasi:

1. Larutkan zat dalam 10 ml air, netralkan dengan asam klorida encer à endapan putih. Saring lalu cuci endapan dengan air, keringkan pada suhu 105 ; suhu lebur endapan lebih kurang 272. Lakukan idendifikasi lagi:

  1. 10 mg zat  dalam cawan porselen +  1 ml HCl + 10 tetes larutan hidrogenperoksida, lalu uapkan di atas tangas air hingga kering; jika ditempatkan di atas wadah yang berisi beberapa tetes ammonia encer à warna ungu, yang hilang dengan tambahan larutan alkali
  2. Larutan + NHOH + AgNO3 à endapan seperti selai yang larut dalam HNO3
  3. Dari filtrat yang diperoleh dari identifikasi A tambahkan 1 ml campuran 1 bagian volume benzoilklorida dan 2 bagian volume eter. Tambahkan larutan natrium hidroksida 8% b/v secukupnya hingga alkalis, kocok, saring. Cuci nedapan dengan 10 ml air, larutkan dalam 2 ml etanol 90% hangat. Tambahkan 5 ml air  à   hablur, keringkan pada suhu 105; suhu lebur hablur lebih kurang 249

3.6 Kofein Sitrat

Organoleptis        : serbuk putih, tidak berbau, rasa agak pahit, sedikit asam, larutan bereaksi terhadap kertas lakmus

Kelarutan             : Mudah larut dalam air hangat. Jika diencerkan dengan volume air sama, pelahan-lahan kofeina terpisah sebagian yang dengan penambahan air larut kembali.

Reaksi Identifikasi:

  1. Larutkan lebih kurang 20 kurang 20 mg dalam 1 ml asam klorida dalam cawan porselen, tambahkan 100 mg kalium klorat, uapkan di atas air hingga kering. Tempatkan cawan terbalik di atas bejana yang berisi beberapa tetes ammonia; sisa berwarna lembayung yang dengan penambahan larutan alkali akan hilang.
  2. Pada 5 ml larutan 1% b/v tambahkan 1 ml larutan raksa (III) sulfat, panaskan hingga mendidih, tambahkan 1 ml larutan kalium permanganate: terbentuk endapan putih.
  3. Hablurkan kembali sisa yang diperoleh pada Penetapan kadar kofeina dengan air panas, keringkan pada suhu 80 selama 4 jam; suhu lebur hablur antara 235 dan 237.5

 

  1. 4. Alkaloid Derivat Triptofan

4.1 Alkaloid Pirolidin

4.1.1 Striknin Nitrat (Strychni Semen)

Organoleptis : Bubuk kristal jarum, mengkilap, tidak berwarna atau serbuk hablur putih, tidak berbau, rasa sangat pahit.

Kelarutan : Dalam air (1:60), spirtus (1:70),    eter (tidak larut).

Reaksi Identifikasi:

  1. Vitally : ungu + aseton  →  merah rosa
  2. Zat + HCl pekat lalu dipanaskan + NaNO2   →   merah darah
  3. Zat + K2Cr2O7 padat + H2SO4 pekat, aduk-aduk → merah ungu larutan     diuapkan hingga kering, tambah lagi reagen  → ungu
  4. Zat + aqua brom   →  endapan kuning putih

 

4.2 Alkaloid Kuinolon (Chinae Cortex)

Alam : Chinin, Chinidin, Cinchonin, Chinchonidin

 

4.2.1 Kinin (Chininum)

Organoleptis : hablur putih, pahit

Kelarutan : dalam air (1:4800), spiritus (1:1). Dalam H2SO4 berfluoresensi biru kuat

Reaksi Identifikasi:

  1. Reaksi Thalleiochin →  hijau zamrud (warna ini dapat dihasilkan pula jika dikocok dengan kloroform).

Reaksi ini positif terhadap :

  • cinchonin & cinchonidin → endapan putih
  • codein → merah rosa
  • morfin → coklat merah
  • Antipyrin mengganggu reaksi ini

2.  Reaksi Erytrochin → lapisan CHCl3 berwarna merah.

3.  Reaksi Sanchetz → ungu tua, asamkan dengan H2SO4 → jingga

4.  Reaksi Herapathiet : zat + 1 tetes reagen → kristal platces (coklat/violet), spesifik untuk kinin.

5.  Reaksi kristal :

  • Zat + ammonium oksalat → endapan (+) hanya pada kinin
  • Zat + pereaksi mayer → endapan (+)
  • Zat + pereaksi bouchardat → endapan (+)

 

4.2.2 Kinin Sulfat

Organoleptis : hablur berbentuk jarum, putih, tidak berbau, pahit. Oleh pengaruh cahaya warna menjadi tua

Kelarutan : larut dalam 810 bagian air dan dalam 95 bagian etanol (95%), sukar larut dalam kloroform P dan dalam eter P.

Reaksi identifikasi :

  1. Pada 5ml larutan 0,1% b/v tambahkan 2 atau 3 tetes larutan brom P dan 1ml amonia encer P → terjadi warna hijau zamrud.
  2. Pada larutan 0,5%  b/v tambahkan asam sulfat encer P volume sama → terjadi fluorosensi biru tua.

4.2.3 Kinin HCl

Organoleptis : hablur jarum mengkilat, putih, tidak berbau, sangat pahit.

Kelarutan : larut dalam lebih kurang 25 bagian air, dalam lebih kurang 2 bagian etanol (90%) P dan dalam lebih kurang 2 bagian kloroform P ; sangat sukar larut dalam eter P.

Reaksi identifikasi:

  1. Larutkan 5mg dalam 10ml air, tambahkan 1 tetes asam sulfat encer P → terjadi fluorosensi biru kuat.
  2. Pada 5ml larutan 0,1% b/v tambahkan 2 sampai 3 tetes larutan brom P, dan 5 tetes amoniak P → terjadi warna hijau zamrud.

4.2.4 Kinkonin (Chinchonin)

Organoleptis : kristal jarum ortokrombik

Kelarutan : Larut dalam alkohol (1:60), alkohol panas (1:2), kloroform (1:110), eter (1:500), praktis tidak larut dalam air

Reaksi Identifikasi:

  1. Reaksi Fluoresensi
  • Larutan zat dalam air tidak berflouresensi
  • Larutan zat dalam asam asetat glasial + H2SO4 + formalin → berflouresensi (+)
  1. Reaksi warna (-) terhadap Erythrochin, Sanchez (cuprein), dan herapathiet.

4.3 Alkaloid Indol

4.3.1 Yohimbin HCl

Organoleptis : kristal jarum putih berasa pahit

Kelarutan : alkohol,eter, CHCl3 mudal larut

Reaksi Identifikasi:

  1. Marquis : hijau coklat
  2. Frohde : biru hijau
  3. Wassicky : ungu
  4. Zat + HNO3 pkt : hijau tua + KOH  spir → merah
  5. Zat + H2SO4 + K2Cr2O7 pdt → ungu – biru muda
  6. Feigel→ merah biru stabil, + air → warna hilang. (khas dan peka)

 

Reaksi Khusus untuk Alkaloid Sintetik

  1. 1. Golongan Anilin

1.1 Asetanilid

Organoleptis      : hablur mengkilap, tidak berbau, dan tidak berwarna

Kelarutan          : dalam air (1:0,5), dalam spiritus (1:3,7), dalam eter (1:2,5), dalam  kloroform (1:12)

Reaksi untuk identifikasi:

-       Zat padat + H2SO4 conc. + K2Cr2O7 padat diaduk : ungu → biru hijau

-       Reaksi esterifikasi → bau wangi etilasetat

-       Ditambah Aq.Brom : mula warna hilang, bila berlebihan : timbul endapan putih

-       Reaksi isonitril : (+), bau iso nitril

-       Reaksi Runge → berwarna ungu kotor

-       Reaksi Indophenol → berwarna biru

-       Ditambah HNO3 : tidak berwarna kuning (berbeda dengan phenacetin)

1.2 Fenasetin

Organoleptis             : hablur, berwarna putih dan berasa pahit

Kelarutan                 : dalam air (1 : 0,06), dalam spiritus (1 : 6,7), dalam eter (1 : 1,5)

Reaksi untuk identifikasi:

-          Reaksi Bouchardat : (+)

-          Zat padat + K2Cr2O7 +H2SO4 pekat → aduk hijau

-          Zat + HCl → dipanaskan → saring + air → filtrat + K2Cr2O7 → berwarna merah ungu

-          Reaksi esterifikasi → bau wangi etilasetat

-          Reaksi indophenol : ungu

-          Ditambah HNO3 : berwarna kuning intensif

-          Reaksi Ekkert :

  1. Zat + resorchin + H2SO4 pekat → panaskan diatas api kecil ad mendidih → dinginkan → tambahkan air + NaOH ad basa → menghasilkan warna ungu merah, berfluorosensi merah coklat
  2. Zat + H2SO4 pekat → panaskan lalu dinginkan → ditambah air + resorchin + NaOH + I2 → menghasilkan warna ungu tua → ditambah HCl berlebih → berwarna ungu kuning

1.3 Parasetamol

Organoleptis             : serbuk hablur, putih, tidak berbau, rasa sedikit pahit

Kelarutan                 : Larut dalam air mendidih dan dalam Natrium hidroksida 1N, mudah larut dalam etanol

Reaksi untuk identifikasi:

-          Uji fenol : larutan zat + FeCl3 → larutan berwarna ungu-biru

-          Uji adanya amina aromatis : Zat + NaOH + etanol dipanaskan → larutan berbau isonitril (bau busuk)

-          Uji Fluorosensi : berwarna hijau biru

 

  1. 2. Alkaloid Sintetik Pirazolon

2.1 Antalgin / Novalgin

Organoleptis          : serbuk hablur putih, berasa pahit

Kelarutan               : dalam air (mudah), dalam methanol (mudah), dalam eter (tidak larut)

Reaksi untuk identifikasi:

-            Reaksi Mayer : (+)

-            Reaksi Bouchardat : (+)

-            Reaksi Ehrlich : berwarna kuning kenari

-            + FeCl3 : biru-hijau, hijau-kuning

-            + HNO3 : biru, hijau-kuning

-            + HCl + hypoklorit : biru hijau

-            + KMnO4 : warna hilang

2.2 Antipyrin

Organoleptis             : serbuk hablur tidak berwarna atau putih, tidak berbau dan agak pahit

Kelarutan                 : Sangat mudah larut dalam air, mudah larut dalam etanol dan kloroform, agak sukar larut dalam eter

Reaksi untuk identifikasi:

-          Larutan dalam air bersifat netral

-          + aq.brom : terbentuk endapan putih

-          Reaksi Mayer : (+)

-          Zat + HCl 0,5 N + pereaksi (HgCl2 + KI + aquadest) → timbul endapan kuning

-          Reaksi Bouchardat : (+), pereaksi harus banyak

-          Reaksi Marquis : jingga terang

-          Reaksi Millon : Larutan zat dalam air + pereaksi Millon : berwarna kuning-hijau

-          + FeCl3 : merah darah, ditambah H2SO4 dil. : kuning

-          Larutan zat dalam air + NaNO2 + HCl dil. : berwarna hijau dan timbul kristal hijau (lama)

-          Zat + pyramidon + HNO3 encer → berwarna merah coklat

-          Zat + HNO3 encer (jika perlu dipanaskan) → berwarna kuning

-          Zat + H2SO4 dil. + KNO2 → hijau

-          Larutan zat dalam air + asam tannat → panaskan → timbul endapan putih

2.3 Pyramidon

Sinonim   : aminofenazon, aminopirin

Organoleptis : serbuk hablur putih, tidak berbau, agak pahit

Kelarutan : Dalam air 1:18, dalam spiritus 1:1,5 , larut baik dalam eter dan kloroform.

Reaksi untuk identifikasi:

-            Zat + HCl dil + NaNO2 à ungu biru

-            Reaksi Mayer à (+)

-            Reaksi Bouchardat à (+)

-            Zat + FeCl3 à ungu; + H2SO4 dilut à merah darah-violet

-            Zat + AgNO3 à biru ungu, endapan abu-abu

-            Zat + HNO3 pekatàkuning hijau abu-abu, berlebihan akan hilang

-            Zat + aqua brom à endapan

-            Reaksi Kristal: HgCl2, asam pikrat

 

3. Alkaloid Sintetik Kuinolin

3.1 Eukinin

Organoleptis                    : hablur putih, berbentuk bulu atau jarum, tidak berbau, tidak berasa, jika dikunyah agak pahit

Kelarutan                         : dalam air (tidak larut), dalam spiritus (1:2)

Reaksi untuk identifikasi:

-          Larutan zat dalam H2SO4 : berfluorosensi biru

-          Zat + 10 ml HCl (p) 0,25%, kocok kuat, saring. Pada 5 ml filtrat tambahkan 2-3 tetes brom dan 1 ml NH4OH (e) → terjadi warna hijau

-          Zat + asam asetat + H2SO4 (p) → dipanaskan diatas waterbath → menghasilkan bau etil asetat

-          Zat + 2 ml NH4OH + 5 ml I2 → panaskan diatas penangas → timbul bau iodoform

-          Zat + 10 ml KOH (p) 2,5% dalam etanol → mula-mula larut, berangsur-angsur terbentuk endapan putih

 

3.2 Klorokuin difosfat

Organoleptis       : serbuk hablur putih, tidak berbau, berasa pahit

Kelarutan     : mudah larut dalam air, praktis tidak larut dalam etanol, kloroform dan eter.

Reaksi untuk identifikasi:

-       Larutkan 25 mg dalam 20 ml air, tambahkan 8 ml larutan trinitrofenol P. cuci endapan dengan air, etanol (95%) P, dan eter P; suhu lebur endapan lebih kurang 207o

-       Lapisan air yang diperoleh pada PK setelah penyarian klorokuin, netralkan dengan asam nitrat encer P. tambahkan larutan amonium molibdat P volume sama, hangatkan; terbentuk endapan kuning

 

  1. 4. Alkaloid Sintetik p-aminobenzoat

4.1 Benzokain

Sinonim      : etil aminobenzoat

Organoleptis : serbuk hablur, putih, tidak berbau, agak pahit disertai rasa tebal

Kelarutan    : sangat sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol (95%) P, mudah larut dalam kloroform P, mudah larut dalam eter P.

Reaksi untuk identifikasi:

-            Zat + p-DAB HCl  à  jingga menggumpal

-            Reaksi Liebermann  à  (+)

-            Reaksi Marquis  à  (+)

-            Panaskan lebih kurang 50 mg dengan 0,1 ml asam asetat P, dan 0,25 ml asam sulfat P à bau etilasetat

-            Reaksi Kristal: asam pikrat dan  aseton-air

4.2 Lidokain

Organoleptis : serbuk hablur, putih agak kekuningan, bau khas mantap di udara Kelarutan           : praktis tidak larut dalam air, sangat larut dalam alkohol dan kloroform, mudah larut dalam eter, larut dalam minyak.

Reaksi untuk identifikasi:

-       100 mg zat larutkan dalam 1 ml etanol (95%) P tambahkan 10 tetes larutan kobalt (II) klorida P, kocok selama 2 menit à hijau terang dan endapan halus.

4.3 Prokain HCl

Organoleptis    :  hablur kecil, putih atau serbuk hablur putih; tidak berbau; rasa agak pahit; menunjukkan sifat anestetika lokal jika diletakkan di atas lidah.

Kelarutan         :  Mudah larut dalam air, larut dalam etanol, sukar larut dalam kloroform, praktis tidak larut dalam eter.

Reaksi Identifikasi :

-            Reaksi Meyer = terbentuk endapan putih, larut dalam HCl

-            Reaksi Bouchardat = (+), larut dalam HCl

-            Reaksi pDAB HCl = jingga

-            Zat + NaOH, dipanaskan = maka akan keluar NH3 dan etilen diamin, periksa dengan lakmus

-            Reaksi korek api = (+)

-            KMnO4/asam : warna hilang

-            Reaksi diazotasi = (+)

-            Calomel reduksi = (+)

-            KMnO4/ basa = ungu-hijau (biru)

Reaksi Kristal :

-            HgCl2

-            Asam pikrat : mula seperti minyak

-            Mayer = bagus

 

  1. 5. Alkaloid Sintetik Piridin

5.1 INH

Sinonim             : Isonicotinathidrazid/Isoniazid

Organoleptis      : hablur tidak berwarna atau serbuk hablur putih, tidak berbau, rasa agak pahit, terurai perlahan-lahan oleh udara dan cahaya.

Kelarutan    : Mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol (95%), sukar larut dalam kloroform dan eter

Reaksi identifikasi  :

-       Isoniazid + AgNO3 = mereduksi

-       Isoniazid + Ag ammoniakal = mereduksi

-       Reaksi Luf dan Fehling positif (+)

-       Isoniazid + vanillin + methanol + HCl = kuning hijau (spesifik)

-       Isoniazid + salisilaldehid = kuning muda

-       Isoniazid + asam fosfomolibdat + NH4OH = warna biru

-       Jika dipijar, menimbulkan bau piridin, meleburkan uapnya kuning muda

-       Isonitril = (+)

-       Isoniazid + CaOCl3 + CHCl3 = lapisannya merah

Inti Pyridin

-       zat + Na2CO3 dilebur = bau piridin + CNBr + annilin = merah jingga

-       larutan dalam methanol + HCl + DAB = merah coklat, kadang-kadang kuning

-       DAB HCl = jingga kuning

-       Korek api = (+)

-       Roux = merah cokelat

-       NaOH = dipanaskan keluar NH3

Reaksi Kristal

-       Dragendorf

-       Fekompleks

 

  1. 6. Alkaloid Sintetik Fenantren

6.1 Dicodid

Dyhydrocodeini  HCl

Organoleptis                       : kristal putih

Kelarutan                            :larut dalam air, sedikit larut dalam alkohol, tidak larut dalam kloroform dan eter. Dicodid bitartras larut dalam air.

Reaksi identifikasi

-            Marquis = Ungu

-            Frohde = kuning-biru-hijau

-            Larutan dalam H2SO4 + 1 tetes HNO3 + 1 ml air = kuning citroen

-            Frohde + hexamine = hijau rumput –cokelat

Reaksi Kristal

-            K3Fe(CN)6 : Kristal jarum besar-besar

-            Dragendorf

 

  1. 7. Alkaloid Sintetik Furan

7.1 Santonin

Organoleptis : Kristal putih, berbau, rasa pahit

Kelarutan      : kelarutan dalam air 1: 5000, dalam spiritus 1: 40, CHCl3 1: 4

Reaksi identifikasi :

-            Zat + H2SO4 pekat = larutan berwarna kuning, pada pemanasan lalu menjadi cokelat orange

-            Zat H2SO4 25% tidak berwaarna, + beberapa tetes FeCl3 = merah ungu

-            Larutan dalam spiritus + KOH padat = merah

-            Santonin + Na salisilat, dilebur = merah + air = larutan merah

-            Zat + H2SO4 pekat + resorsin, panaskan + air = cokelat kuning dengan flouresensi hijau kuat

Reaksi Kristal

-            Larutan dalam air + Ca asetat = Kristal

-            Pb asetat = kristal kuning

-            Pyridin + air = Kristal

-            H2SO4 pekat + air =  Kristal panjang

 

 

ANTIHISTAMIN

Sifat Antihistamin

Sifat-sifat yang dimiliki antihistamin antara lain sebagai berikut :

  • Umumnya histamin seperti alkaloida mempunyai pH 8-11
  • Tidak larut dalam air, larut dalam asam encer dan alkalis

Identifikasi Antihistamin

Antihistamin dapat diidentifikasikan dengan beberapa cara :

  • Titik leleh, contoh titik leleh dari Difenhidramin berkisar 1660 – 1670
  • Reaksi Warna (gunakan asam pekat) :

-       Dengan H2SO4 pekat → semua memberikan warna, kecuali antistin dan chlortrimeton

Beberapa warna yang dihasilkan adalah :

  1. Multergan   :  Rosa
  2. Phenergan  :  Rosa merah
  3. Histaphen   : Kuning tua
  4. Avil             : Kuning
  5. Neo-antergan:  Merah
  6. Neo-benodin :  Kuning dengan  bintik jingga
  7. Benadryl     :  Jingga + coklat + merah
  8. Fenatiazin   :  merah + jingga + hijau

-       Dengan HNO3 pekat

Beberapa warna yang dihasilkan :

  1. Histaphen : Kuning dengan bintik jingga
  2. Antergan : Kuning
  3. Neo-benodin : kekuningan
  4. Avil : Kuning + gas

Masing-masing zat + H2SO4 pekat/HCl pekat/HNO3 pekat -> berwarna + air -> berubah (kemungkinan alkaloid 80%), jika tetap kemungkinan alkaloid, tapi beberapa alkaloid juga bisa menyebabkan perubahan warna (tergantung posisi N). Perlu dilakukan reaksi pendukung lainnya.

-       Mandelin

Pereaksi : NH – Vanadat % dalam air + H2SO4 pekat

-       Frohde

Pereaksi : Larutan 1% NH4 molibdat dalam H2SO4 pekat

Beberapa warna yang dihasilkan :

  1. Phenergan : Merah violet
  2. Neo-antergan : Merah ungu
  3. Neo-benodin : Kuning kenari
  4. Multergan : Ungu
  5. Histaphen : kuning dengan bintik coklat
  6. Fenotiazin : Coklat hijau violet
  7. Benadryl : Merah jingga

-       Marquis

Pereaksi : larutan encer formalin (formalin 0,1% – 1%) + H2SO4 pekat

Beberapa warna yang dihasilkan :

  1. Benadryl : ungu
  2. Avil : Kekuningan
  3. Multergen : Ungu
  4. Antistin : lama lama akan berwarna ungu

-       FeCl3

-    AgNO3

  • Reaksi Kristal

Beberapa pereaksi yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :

  1. AuCl3
  2. PtCl3
  3. Asam Pikrat
  4. Asam Pikrolon
  5. Garam Reinekat

Proses kerja : zat dilarutkan dalam HCL 0,2 N kemudian ditambahkan pereaksi → endapan, dipanaskan dalam api kecil hingga larut, dinginkan→  mengkristal

-       Pengecualian untuk pereaksi asam pikrat: pada gelas objek, zat diberi air kemudian ditetesi asam pikrat, jangan ditambah HCl (dengan HCl, yang keluar adalah kristal asam pikrat sendiri.

-       Pengecualian untuk asam pikrolon : Tidak perlu dipanaskan dalam api kecil

  • Mayer (pada plat tetes)

Pereaksi : HgCl2 + lautan KI 5% +  H2SO4 pekat

Proses kerja : zat + HCl 0,2 N + pereaksi

Contoh : Benadryl → ungu muda

  • Dragendorff

Pereaksi : Larutan bismut nitrat basa dalam air/asam asetat glasial dengan   KI dalam air

Proses kerja : zat + peraksi

  • Reaksi Korek Api

Proses kerja ada 2 cara :

-          Batang korek api dicelupkan kedalam campuran (zat dalam HCl), lalu  dibasahi dengan HCl pekat, atau

-          Batang korek api dibasahi dengan HCl pekat, keringkan lalu celupkan   kedalam campuran (zat dalam HCl) untuk penentuan amin aromatis primer (berwarna jingga).

Contoh : avil → jingga

 

Antihistmain Generasi Pertama

  1. I. Derivat Etanolamin
    1. 1. ANTIMO

- Sinonim                  : dimenhidrat

- Pemerian                : – tablet rosa

- kelarutan Þ larut dalam 1 : 95 air, 1 : 2

alkohol, dan 1 : 2  kloroform

- Reaksi                    :

· zat + H2SO4 p → jingga merah

· zat + HCl p → rosa lemah

· zat + FeCl3 → merah coklat daging

· zat + HNO3 p → -

· zat + aqua brom → -

· zat + pereaksi marquis → kuning coklat

· zat + pereaksi frohde → kuning jingga

 

  1. 2. DRAMAMIN

  • ·

 

Sinonim                  : dimenhidrat, amosud

- Pemerian                : tablet jingga

- Reaksi                    :

· zat + pereaksi marquis →coklat kuning/rosa

· zat + pereaksi frohde → coklat muda

· zat + FeCl3→ coklat muda

· zat + HNO3 → -

· zat + H2SO4 p → -

· zat + AgNO3 → -

 

3. BENADRYL

 

Sinonim                  : diphenhidramin HCl, benadrin, benodin

- Pemerian                : – bubuk Kristal berwarna putih atau tidak

berwarna dan rasanya pahit

- kelarutan  Þ mudah larut dalam air, spiritus,

kloroform, asoton, dan benzen

- Reaksi                    :

· 20 mg zat + KMNO4 → dipanaskan → bau

dimetilamin

· 10 mg zat dilarutkan dalam HNO3 + H2SO4

→ merah violet + air + CHCL3 + kocok →

lapisan CHCl3 (ungu)

· zat + H2SO4 p → jingga-merah, coklat (pada

pengenceran warna tetap)

· zat + pereaksi marquis → kuning

· reaksi mayer → ungu muda

· zat + aqua iod→ hitam dan keunguan

· zat + calomel → reduksi

· reaksi Kristal → asam pikrat

 

  1. 4. NEO-BENODIN

Sinonim                  : metyldiphenyldramin HCl

- Pemerian                : tablet putih, rasanya pahit dan sedikit pedas.

- Reaksi                    :

· zat + pereaksi marquis →coklat kuning/rosa

· zat + DAB-HCl → kekuningan

· zat + aqua brom → bintik-bintik jingga

· zat + AgNO3→ lama-lama ungu kecoklatan

· zat + HNO3 p → -

· zat + pereaksi marquis → kuning kecoklatan

· reaksi bellstein → +

  1. II. Derivat Etilendiamin

Yang termasuk dalam derivat etilendiamin adalah tripenelamin HCl, antazolin HCl, dan lain-lain. Contoh sediaan :

1.ANTISTIS

Sinonim               : Antazolin HCl

- Pemerian             : – serbuk hablur berwarna putih, rasanya pahit,

dan tidak berbau

- kelarutan Þ larut dalam 1 : 50 air, 1 : 65

spiritus, praktis tidak larut dalam

eter, benzene, dan kloroform

- Reaksi                 :

· zat + HNO3 p → merah + air → merah coklat

· zat + H2SO4 p → gelembung-gelembung gas,

bagian pinggirnya merah jingga/ungu

· zat + AgNO3 → mereduksi

· zat + HgCl2 → Kristal

· zat + aqua brom → warna hilang

· zat + pereaksi bellstein → +

· zat + pereaksi marquis → kuning (lama)

· zat + pereaksi frohde → merah lemah

· reaksi roux → ungu kotor atau hijau

· zat berfluoresensi → jingga lemah

  1. 2. AZARON

Sinonim               : pribenzamin HCl, tripelenamin HCl

- Pemerian             : – bubuk hablur berwarna putih atau tablet putih

dan jika terkena udara akan berwarna hitam

- kelarutan Þ larut di dalam air dan di dalam

spiritus

- Reaksi                 :

· zat + HNO3 p → -

· zat + H2SO4 p → kuning + air → kelabu putih

Kehijaun

· zat + FeCl3 → coklat-kuning-hijau-hilang

· zat dipanaskan dengan KMNO4 → bau

benzaldehid

· zat + pereaksi frohde → kuning

· zat + pereaksi merquis → kecoklatan

· zat berfluoresensi → ungu merah

  1. III. Derivat Alkilamin

Yang termasuk dalam derivat alkilamin adalah klorfeniramin,dan lain-lain. Contoh sediaan :

  1. 1. AVIL

Sinonim               : Pheniramin

- Pemerian             : – berupa larutan berwarna kekuning-kuningan,

rasanya pahit, dan berbau

- kelarutan Þ tidak larut di dalam air, larut di

dalam asam encer, alkohol, dan

benzene

- Reaksi                 :

· zat + FeCl3 → merah violet coklat (tidak

stabil di dalam alkohol)

· zat + aqua brom → kuning jingga

· zat + DAB-HCl → jingga

· zat + H2SO4 p + Cr2O7 → hijau

· zat + CuSO4→ coklat

· zat + HNO3 p → – (coklat-kuning lemah)

· zat + H2SO4 p → – (coklat kuning lemah)

· reaksi korek api → jingga

 

  1. IV. Derivat Fenotiazin

Yang termasuk dalam derivat fenotiazin adalah prometazin, chlorpomazin, dan lain-lain. Contoh sediaan :

  1. 1. PHENARGAN . HCl

Sinonim               : prometazin HCl

- Pemerian             : – tablet couting (biru hijau), tidak berbau, dan

rasanya sangat pahit

- kelarutan Þ mudah larut dalam air, spiritus,

dan kloroform

- Reaksi                 :

· zat + FeCl3 → rosa jingga

· zat + HNO3 p → merah marganta →

panaskan di W.B akan berwarna kuning

· zat + H2SO4 p → rosa merah + air → rosa

· zat + KMNO4 + NaOH → hijau

· zat + pereaksi frohde → merah violet

· zat + pereaksi nillon → rosa (kekuningan)

· zat + pereaksi marquis → merah marganta

· zat berfluroresensi → kuning

2. LARGACTYL

Sinonim               : Chlorpomazin

- Pemerian             : – tablet tidak berwarna, rasanya pahit, terasa

menggigit, dan anastesi

- Reaksi                 :

· zat + FeCl3 → rosa kecoklatan

· zat + HNO3 p → rosa violet (cepat hilang)

· zat + H2SO4 p → rosa merah violet

· zat + aqua brom → kuning jingga

· zat + aqua regia → hijau kolanplemer

· reaksi bellstein → +

· reaksi yodoform → +

· reaksi roux → merah coklat

3. CHLORPROMAZIN HCl

 

- Pemerian             : – serbuk putih, rasanya pahit, dan tidak berbau

- kelarutan Þ larut dalam air, HCl,alkohol, dan

tidak larut dalam NaOH

- Reaksi                 :

· zat + DAB-HCl → -

· zat + H2SO4 p→ merah ungu

· zat + FeCl3 → merah

· zat + NH4OH → putih

· zat + aquabrom → ↓ ungu merah

· zat + pereaksi nessler → ↓ putih

· zat + pereaksi frohde → hijau muda

· zat + pereaksi marquis → ungu

· zat berfluoresensi

  1. V. Derivat Trisiklik Lainnya

Yang termasuk dalam derivate trisiklik yang lainnya adalah siproheptadin,dan lain-lain. Contoh sediaan :

  1. 1. SIPROHEPTADIN

- Pemerian       : – sebuk hablur putih agak kekuningan

- kelarutan Þ sukar larut dalam air

- Reaksi           :

·  larutan dalam methanol → tetes pada kertas

saring → keringkan → fluoresensi biru

terang (UV 254 nm)

 

  1. 2. Antihistamin Generasi Kedua

  1. 1. ASTEMIZOL

 

  1. Sifat: bubuk putih atau hampir putih; praktis tidak larut dalam air, larut dalam alkohol, mudah larut dalam diklorometan dan metanol; terlindung dari cahaya.
  2. Indentifikasi: spektrum serapan inframerah (197K).
  3. 2. FEKSOFENADIN

 

  1. Sifat:  bubuk putih atau hampir putih; sedikit larut dalam air, mudah larut dalam metanol, sangat sedikit larut dalam aseton; terjadi polimorfisme.
  2. Indentifikasi: spektrum serapan inframerah (197K); pembentukan endapan klorida.
  3. 3. LORATADIN

 

  1. Sifat: bubuk putih atau hampir putih, bubuk kristal; praktis tidak larut dalam air, mudah larut dalam aseton dan metanol; terjadi polimorfisme.
  2. Indentifikasi: spektrum serapan inframerah (197M).
  3. 4. SETRIZIN

 

  1. Sifat: bubuk putih atau hampir putih; mudah larut dalam air, praktis tidak larut dalam aseton dan diklorometan; larutan 5% dalam air memiliki pH 1,2-,1,8
  1. 3. Penggolongan Antihistamin II (AH2)

  1. 1. SIMETIDIN

 

  1. Sifat

bubuk putih atau hampir putih; sedikit larut dalam air, larut dalam alkohol, praktis tidak larut dalam diklorometan; bubuk polimorfisme; larutan dalam asam mineral encer

  1. Indentifikasi
  • Dengan reagen Nessler pada suhu 1000C berwarna hitam
  • Dengan Natrium pikrat berwarna merah.
  • 0,1 ml sampel yang diperoleh dari melarutkan 1 mg Simetidin dalam 1 ml etanol ditambah 5 ml larutan dari 1 g asam sitrat dalam asam anhidrat sampai 50 ml dipanaskan di atas water bath sekitar 10-15 menit maka akan diperoleh warna merah violet
  • 0,1 ml sampel yang diperoleh dari melarutkan 1 mg Simetidin dalam 1 ml etanol ditambah 5 ml HCl 0,1 N dipanaskan dan ditambahkan 3 ml NaOH mengubah kertas lakmus warna merah menjadi biru.

Obat lainnya: famotidin dan ranitidin à untuk penyakit tukak lambung

Ranitidin

  • Untuk  mengetahui gugus CN, zat didestruksi sehingga CN pecah menjadi CN¯. Kemudian CN¯ + AgNO3 à mengendap
  • Reinerhard à +
  • Sublimasi

Tambahan:  untuk membedakan antihistamin dan alkaloid à reaksi pengenalan: dilakukan di plat tetes zat ditetesi asam sulfat pekat; asam klorida; dan asam pikrat à berwarna + air à warna tetap (alkaloid) atau warna berubah (anti histamin)

About these ads
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s