sulfonamida

Sulfonamida adalah kemoterapeutik yang pertama digunakan secara sistemik untuk pengobatan dan pencegahan penyakit infeksi pada manusia. Sulfonamida merupakan kelompok obat penting pada penanganan infeksi saluran kemih (ISK).

Infeksi saluran kemih (ISK) hampir selalu diakibatkan oleh bakteri aerob dari flora usus. Penyebab infeksi bagian bawah atau cystitis ( radang kandung) adalah pertama kuman gram negatif. Pada umumnya, seseorang dianggap menderita ISK bila terdapat lebih dari 100.000 kuman dalam 1 ml urin.

Sulfonamida berupa kristal putih yang umumnya sukar larut dalam air, tetapi garam natriumnya mudah larut. Rumus dasarnya adalah sulfanilamide. Berbagai variasi radikal R pada gugus amida (-SO2NHR) dan substitusi gugus amino (NH2) menyebabkan perubahan sifat fisik, kimia dan daya antibaktreri sulfonamida.

Rumus umum Sulfonamida

 

Pemakaian

  1. Kemoterapeutikum : Sulfadiazin, Sulfathiazol
  2. Antidiabetikum : Nadisa, Restinon, dll.
  3. Desinfektan saluran air kencing : Thidiour
  4. Diuretikum : Diamox

Sifat-Sifat

Bersifat amfoter, karena itu sukar dipindahkan dengan cara pengocokan yang digunakan dalam analisa organik.

Kelarutan

  1. Umumnya tidak larut dalam air, tapi adakalanya akan larut dalam air anas. Elkosin biasanya larut dalam air panas dan dingin.
  2. Tidak larut dalam eter, kloroform, petroleum eter,
  3. Larut baik dalam aseton, kecuali Sulfasuksidin, Ftalazol dan Elkosin.
  4. Sulfa-sulfa yang mempunyai gugus amin aromatik tidak bebas akan mudah larut dalam HCl encer. Irgamid dan Irgafen tidak larut dalam HCl encer.
  5. Sulfa-sulfa dengan gugusan aromatik sekunder sukar larut dalam HCl, misalnya septazin, soluseptazin, sulfasuksidin larut dalam HCl, akan tetapi larut dalam NaOH.
  6. Sulfa dengan gugusan –SO2NHR akan terhidrolisis bila dimasak dengan asam kuat HCl atau HNO3.

  1. A. Kelarutan dan Reaksi Umum Sulfonamida

Cara Kelarutan

  1. Larut dalam air

a. Garam-garam natriumnya

b. Sulfasetamid

c. Sulfonamida = larut sebagian air

  1. Diasamkan dengan asam cuka 3 %

a.   Larut

Sulfanilamid, sulfasetamid, soluseptazin.

b.   Tidak larut

Sulfadiazin, sulfamorazin, sulfametazin, sulfatiazol, sulfapyridin, irgafen, irgamid.

  1. Larut dalam alkohol 96%

Sulfasetamid, Irgamid, Igafen, Sulfathiazol Na.

  1. Tidak larut dalam alkohol 96 %

Sulfadiazin Na, Sulfamerazin Na, Sulfametazin Na, Sulfapyridin Na, dan Sulfathiazol Na.

  1. Larut dalam asam cuka 7%

Sulfanalamid, Sulfasetamid, Soluseptazin.

  1. Tidak larut dalam air; larut dalam air panas

Sulfanalamid, sulfasetamid, marfenil.

  1. Larut dalam NaOH 10% dan HCl 1%

Sulfaciazin, sulfamerazin, elkosin, sulfa piridin, sulfamezatin.

  1. Tidak larut dalam NaOH 10 %

Irgafen, Septazin, Radilon, Sulfaguanidin.

  1. Tidak larut dalam HCl 1%

Irgafen, Radilon, Sulfaguanidin.

Reaksi Umum

  1. Reaksi elementer terhadap C, N, S : positif
  2. Reaksi terhadap gugus-gugus amin : reaksi diazotasi, reaksi dengan p-DAB–HCl, reaksi korek api, dan reaksi indophenol.

Positif untuk amin-amin bebas.

  1. Reaksi terhadap gugus sulfon :

Zat + H2O2 30% + 1 tetes FeCl3 + HNO3 dan BaCl2 atau Barium Nitrat → endapan BaSO4 putih (BaSO4 sukar larut, bahkan dalam aqua regia).

  1. Reaksi furfural : terhadap gugus amin bebas:

1 tetes pereaksi ( furfural 2% dalam asam asetat glasial ) + zat ® memberi warna merah tua segerah berubah menjadi ungu.

Semua sulfa memberikan hasil positif, kecuali sulfasuksidin, pthalazol, septazin.

  1. Reaksi Vanilin : Huckhal dan Turftiti

Terhadap derivat metil piridin, diatas kaca arloji atau objek : 1 tetes H2SO4 + beberapa kristal vanilin, tambahkan zat uji, panaskan diatas nyala api kecil ® kuning atau hijau muda

Kecuali :

Sulfamerazin Na : merah tua

Sulfamezathin Na : merah tua

Irgamid : hijau tua – hitam dengan tepi merah

  1. Reaksi korek api

Zat + HCl encer lalu kedalamnya dicelupkan korek api, maka timbul warna jingga sampai jingga kuning.

Asam sulfanilat : kuning

  1. Reaksi Diazotasi : untuk amin aromatik primer

Zat + 2 tetes HCl 2 N + 1 ml air + NaOH/NaNO2 dan teteskan larutan 0,1 g beta-naftol dalam 2 ml NaOH, endapan jingga kemudian merah darah.

Bila penggunaan beta-naftol diganti dengan alfa naftol, maka endapan akan berwarna merah ungu.

Gratisin : kekeruhan jingga kuning

Negatif : sulfasuksidin, thalazol, septazin

  1. Reaksi Erlich dengan p-DAB-HCl : reaksi yang umum dengan amin aromatik.

Pereaksi : 1 gram p-DAB, 10 ml HCl, tambahkan aquades hingga 100 ml.

Cara melakukan reaksi:

Zat padat pada plat tetes + 2 tetes pereaksi ® kuning jingga

Kuning sitrun : Sulfametazin, Sulfadiazin, Sulfamerazin, Gratisin

Kuning : Elkosin

Kuning tua : Thazalol, Sulfanalamid

Jingga : Sulfaguanidin

  1. Reaksi dengan CuSO4

Larutan CuSO4 dalam air yang encer

Reaksi ini diberikan oleh sulfa yang heterosiklik dalam NaOH dengan CuSO4 → endapan dan warna

Cara melakukan reaksi:

Zat dalam tabung reaksi + 2 ml air dipanaskan sampai mendidih + NaOH 2 tetes, setelah dingin + 1 tetes HCl encer sampai netral atau asam lemah ® lihat warna yang terjadi.

Hijau : Elkosin, Globuoid, Eucacil, Sulfapyridin

Ungu : Sulfadiazin, Sulfasuksidin, Sulfatiazol

Putih : Irgafen, Sulfanalamid

  1. Reaksi Indophenol

Khusus untuk gugus amin aromatik dengan tempat para yang kosong.

Cara melakukan reaksi:

Panaskan zat 100 mg dalam tabung reaksi + 2 cc air sampai mendidih lalu segera + 2 tetes NaOH dan 2 ml kaporit + 1 tetes fenol liquafectum segera. Amati perubahan warna yang terjadi.

 

Albuoid : Hijau (hijau tua)

Sulfaddiazin : Merah rosa

Elkosin : Coklat

Sulfaguanidin : kuning

Cantrisin : Merah coklat

Sulfamerazin : Merah rosa

Irgafen : Hijau

Sulfametazin : merah rosa

Lucosil : Coklat merah

Sulfanalamid : biru

Sulfapyridin : coklat

Sulfasuksidin : kuning lemah

Sulfa thiazol : kuning jingga

Thalazol : tak berwarna

 

  1. Peraksi Roux

Pereaksi : Na Nitroprusida 10 ml, aquadest 100 ml, NaOH 2 ml, dan KMnO4 5 ml.

Na-Nitroprusid dilarutkan dalam air lalu tambahkan NaOH kemudian tambahkan KMnO4, terjadi endapan. Saring ke dalam botol berwarna coklat.

Cara melakukan reaksi:

Zat padat diletakkan diatas plat tetes lalu + 1 tts pereaksi lalu diaduk dengan batang pengaduk. Dilihat perubahan warna yang terjadi.

 

Albuoid : Coklat hijau – hijau

Sulfapyridin : ungu

Elkosin : ungu coklat-ungu

Sulfasuksidin : hijau kuning

Sulfadiazin : ungu-hijau biru

sulfathiazol : hijau kining

Sulfaquanidin : ungu- coklat

Sulfatiooreum: merah biru

Sulfamezatinus : ungu – hijau tua

Irgafen : hijau kuning

Lucosil : hijau kuning hiaju

Thazalol : (-0)

 

  1. Reaksi dengan KBrO3

Tablet harus diisolasi dahulu.

Caranya melakukan reaksi:

Dalam tabung reaksi kecil 10 mg zat + 1 cc H2SO4 + 1 tetes KBrO3 jenuh. Amati perubahan yang terjadi

As. Sulfanilat : ungu coklat                      Sulfanalamid: ungu, merah lama-lama keruh

Gratisin : coklat                                         Sulfasuksidin: ungu coklat

Marfanil : keruh putih kuning                   Thiadicur: kuning coklat

Nadisan : coklat-ungu-coklat                    Sulfadiazin : kuning jingga coklat merah

Ftalazol : tidak berwarna

  1. Pirolisa

Semua sulfida bila dipanaskan diatas titik leburnya akan terurai dan timbul warna dari residu. Prinsip: dengan api kecil.

  • Perubahan warna
    • Sulfadiazin : jingga
    • Sulfaguanidin : ungu
    • Sulfanalamid : ungu
    • Sulfatiazol : coklat merah
    • Membebaskan H2S
      • Elkosin Na – Sulfamezatin
      • Septazin Na – Sulfamerazin
      • Soluseptazain Na – Sulfathiazol
      • Sulfamerazain Na – Sulfadiazin
      • Ultraseptyl Sulfamezatin
      • Sulfatiazol Na-Irgamid

Perhatian : yang melepaskan H2S adalah garamnya !

  • Melepaskan NH3
    • Lucosil
    • Sulfapyridin
    • Melepaskan gas SO2
      • Sulfaguanidin
      • Sulfanalmid
      • Sulfathiazol
  1. Sublimasi

Untuk beberapa sulfa yakni: Sulfadiazin, Sulfamerazin, Sulfamezatin, Thalazol, Elkosin.

  1. Reaksi Kristal


- Aseton – air

- Alkohol – air

- Dragendorf

- Bouchardat

- Eder

- Asam pikrat 1 % dalam air

- Asam pikrolon

- Mayer

- Fe kompleks

- Cu kompleks

- p-DAB-HCl

- Asam sikikowolframat

- AuBr3

- PtCl

- Asam dliitur

- Cara rowen


  • Cara aseton-air

Dalam tabung reaksi zat dilarutkan dengan aseton lalu disaring filtratnya, tambahkan air secukupnya. Larutan ditetesklan di kaca objek, lihat kristal yang terjadi.

Reaksi-Reaksi Identifikasi

a.      Koniferil alkohol (reaksi untuk amin aromatik primer)

Reagen

Panaskan 0,1 g koniferil alkohol sampai melebur (T.L. 74oC) larutkan dalam 3 mL etanol dan diencerkan dengan etanol ad 10 mL.

Metode

Teteskan larutan sampel pada kertas saring, tambahkan 1 tetes reagen dan diberi uap HCl.

Indikasi

Warna jingga mengindikasikan adanya amin aromatik primer yang terikat secara langsung pada cincin benzen.

  1. b. Tembaga sulfat

Metode 1

Larutkan sampel dalam 0,1 M NaOH dan tambahkan 1% (b/v) larutan tembaga sulfat sampai larutan berubah sempurna.

Indikasi

Timbul warna hijau, biru atau cokelat mengindikasikan adanya sulfonamida.

  1. c. Tes Koppanyi–Zwikker

Larutan 1% (b/v)  kobalt nitrat dalam etanol.

Metode

Larurkan sampel dalam 1 mL etanol, tambahkan 1 tetes reagen diikuti dengan 10 mikroL larutan pirolidin dan campuran diaduk.

Indikasi

Warna ungu diberikan oleh senyawa yang mengandung struktur berikut:

  1. Imida, dimana C=O dan NH terikat dalam cincin (misalnya barbiturat, glutetimida, oksipenisatin, dan sakarin)
  2. Sulfonamida dan senyawa lain dengan gugus sulfamil (-SO2NH2) bebas dalam cincin (misalnya klopamida, furosemida, sulfanilamida, thiazida) atau dengan (-SO2NH2) yang terikat pada cincin benzen dengan cincin yang lain seperti pirazin, piradazin, piridin, atau pirimidin (misalnya sulfafurazol, dan sulfametoksazol) struktur sulfadiazin dan sulfadimetoksin memberikan warna pink atau merah-violet.

Tidak ada respon mengindikasikan adanya senyawa dengan atom nitrogen yang tersubstitusi. Respon anomali diberikan oleh parametadion dan theofilin (violet), dan tidak adanya respon pada sikloserin, idoxuridin, mefenitoin, niridazol, riboflavin.

d.      Merkuri nitrat (reaksi umum golongan mirip barbiturat)

Reagen

Untuk menjenuhkan larutan merkuri nitrat, tambahkan serbuk natrium bikarbonat sampai menghasilkan gas dan endapan terbentuk berwarna kuning. Endapan kemudian berubah warna menjadi cokelat muda. Reagen harus dibuat segar, kocok sebelum digunakan dan jangan disimpan melebihi 1 jam.

Metode

Larutkan sampel dalam etanol, tambahkan 1 tetes reagen yang keruh, kocok dan amati selama 2 menit. Blanko negatif yang hanya mengandung etanol dan reagen harus disertai.

Indikasi

Warna abu-abu gelap atau hitam mengindikasikan adanya cincin imida atau sulfonamida dengan cincin tambahan. Kecepatan dan intensitas reaksi bervariasi antarsenyawa. Intensitas reaksi imida berikut menurun dengan urutan: barbiturat,bemegrid,fenitoin>beneperidol,sikloserin,pimozid>glutetimida,oksifensatin>sakarin, sulfinpirazon.

Dalam hal sulfonamida: suksinil sulfatiazol, sulfamoksol, sulfanilamida, sulfasomidin, dan sulfatiazol. Klorpropamid dan tolbutamind memberikan respon lemah.

 

  1. B. Sulfonamida Short Acting

  1. 1. Sulfonamid

Rumus Struktur C6H8N2O2S

Sinonim: Sulfamid, Streptocid, Sulfamimum

Nama Dagang: Astreptine;AVC;Azol;Prontosil album, Prontylin

Nama Kimia: Streptozid-4-Aminobenzensulfonamid

BM 172.2

Rumus Bangun

 

Pemerian: Serbuk kristal putih. Pada pemanasan serbuk kering dapat berubah menjadi ungu-biru dan kadang memproduksi anilin dan amonia. Titik didih sekitar 165°.

Kelarutan: 1:170 dalam air, 1:37 dalam etanol dan 1:5 dalam aseton, praktis tidak larut dalam kloroform dan eter, larut dalam HCl dan larutan hidroksida alkali

Konstanta disosiasi: pKa10.6 (20°).

Koefisien Partisi: Log P(oktanol/air), −0.6.

Reaksi

  • Reaksi Warna

Koniferil Alkohol—oranye;

Tembaga Sulfat (Metode 1)—biru;

Koppanyi–Zwikker Test—biru-ungu;

Merkuri Nitrat—hitam

  1. 2. Sulfasomidin (Elkosin)

Rumus Struktur C12H14N4O2S

Sinonim: Sulfa–isodimerazin; Sulfaisodimidin; Sulfasomidin; Sulfasomidin.

Sulfadimetilpirimidin yang biasa digunakan yaitu sulfasomidin dan terkadang digunakan sulfadimidin.

Nama Dagang: Aristamid; Domain; Elkosin; Elkosil; Elkosin(e).

Nama Kimia:4-Amino-N-(2,6–dimetil–4–pirimidinil)benzensulfonamid

BM 278.3

Rumus Bangun

Pemerian: kristal atau hablur putih atau krem-putih yang lambat laun menjadi gelap jika terpapar cahaya.

Titik Lebur: 243°C

Kelarutan: larut dalam air, kloroform dan eter, sukar larut dalam etanol dan aseton, larut dan asam mineral encer dan larutan hidroksi alkali.

Konstanta Disosiasi: pKa 7,5 (27°).

Koefisien Partisi: Log P (oktanol/air) −0.3

Reaksi

  1. a. Reaksi Warna
  • Koniferil alkohol—oranye
  • Tembaga (Metode 1)—hijau
  • Koppanyi–Zwikker Test—biru-violet (transient)
  • Merkuri nitrat—hitam
  • Asam Nitrat—kuning
  1. b. Reaksi Roux

Pereaksi dan cara pereaksi lihat di atas.

Hasil: ungu coklat hitam – hitam kotor

  1. c. Reaksi Erlich

Pereaksi dan cara reaksi lihat di atas.

Hasil: Kuning (+) Elkosin

  1. d. Reaksi korek api

Zat + HCl encer lalu kedalamnya dicelupkan korek api, maka timbul warna jingga sampai jingga kuning. Asam sulfanilat : Kuning

  1. e. Indofenol

Pereaksi dan cara reaksi: lihat di atas

Hasil: Coklat

  1. f. Reaksi Vanilin

Cara reaksi: lihat di atas

Hasil: kuning atau hijau muda

  1. g. Reaksi dengan CuSO4

Pereaksi dan cara reaksi lihat di atas

Hasil: hijau (terang).

  1. h. Reaksi Kristal
  • Sublimasi
  • Mayer
  • Etanol-air
  • Dragendorf
  • Aceton-air

  1. 3. Sulfamethizol

Rumus Struktur C9H10N4O2S2

Sinonim: Sulfametilthiadiazol.

Nama Dagang : Famet; Luco-Oph; Lucosil; Methazol; Renisul; Rufol; Salimol; Sulfapyelon; Thidicur; Thiosulfil; Urolex; Urolucosil.

Nama Kimia: 4-Amino-N-(5–metil–1,3,4–thiadiazol–2–yl)benzenesulfonamide

BM 270.3

Rumus Bangun

Pemerian: Kristal tak berwarna atau putih hingga krem-serbuk kristal putih.

Titik lebur 208° C.

Kelarutan: larut 1:2000 air, 1:30 etanol, 1:40 metanol, 1: 10 hingga 1:13 dari aseton, 1:1370 eter, dan 1:2800 kloroform, larut dalam larutan alkali hidroksida dan larut dalam asam mineral.

Konstanta Disosiasi:pKa5.5 (25°).

Koefisien Partisi:Log P(oktanol/pH 7.5), –1.1; (oktanol/air), 0.5.

Reaksi

  1. a. Reaksi Warna
    1. Koniferil alkohol—oranye
    2. Tembaga (Metode 1)—hijau
    3. Koppanyi–Zwikker Test—merah-violet (transient)
    4. Merkuri nitrat—hitam
    5. Asam Nitrat—kuning
    6. b. Reaksi Roux

Pereaksi dan cara reaksi lihat di atas.

Hasil: hijau lemah-hijau coklat

  1. c. p-DAB-HCl

Pereaksi dan cara reaksi lihat di atas.

Hasil: warna yang timbul adalah kuning jingga

  1. d. Indofenol

Cara reaksi lihat di atas

Thidicur : hijau muda-kuning

  1. e. Reaksi KbrO­3

Cara reaksi lihat di atas

Hasil: kuning coklat

  1. f. Reaksi Diazotasi

Zat + 2 tts HCl 2 N dan air : + NaOH dan teteskan larutan 0,1 g beta-naftol dalam 2 ml NaOH, endapan jingga kemudian merah darah. Kalau yang dipakai alfa naftol : merah ungu.

  1. g. Pirolisa : coklat + gas SO2
  2. h. Zat + NaOH + air + CuSO4à hijau-hitam
  3. i. Reaksi Kristal
    1. pDAB-HCl
    2. Aseton-air
    3. Dragendorf
  4. C. Sulfonamida Medium Acting
  5. 1. Reaksi-Reaksi Identifikasi
    1. f. Tembaga sulfat

e.       Koniferil alkohol (reaksi untuk amin aromatik primer)

Reagen : Panaskan 0,1 g koniferil alkohol sampai melebur (T.L. 74oC) larutkan dalam 3 mL etanol dan diencerkan dengan etanol ad 10 mL.

Metode : Teteskan larutan sampel pada kertas saring, tambahkan 1 tetes reagen dan diberi uap HCl.

(+)  : Warna jingga mengindikasikan adanya amin aromatik primer yang terikat secara langsung pada cincin benzen.

Metode : Larutkan sampel dalam 0,1 M NaOH dan tambahkan 1% (b/v) larutan tembaga sulfat sampai larutan berubah sempurna.

(+)  : Timbul warna hijau, biru atau cokelat mengindikasikan adanya sulfonamida.

 

  1. g. Tes Koppanyi–Zwikker

Reagen : Larutan 1% (b/v)  kobalt nitrat dalam etanol.

  1. Sulfonamida

Metode : Larutkan sampel dalam 1 mL etanol, tambahkan 1 tetes reagen diikuti dengan 10 mikroL larutan pirolidin dan campuran diaduk.

(+) : Warna ungu, yang mengandung strukutur berikut :

  1. Imida, (misalnya barbiturat, glutetimida, oksipenisatin, dan sakarin)

h.      Merkuri nitrat (reaksi umum golongan mirip barbiturat)

Reagen : jenuhkan larutan merkuri nitrar dengan penambahan serbuk natrium bikarbonat sampai menghasilkan gas dan endapan terbentuk berwarna kuning. Endapan kemudian berubah warna menjadi cokelat muda. Reagen harus dibuat segar.

Metode : Larutkan sampel dalam etanol + 1 tetes reagen, kocok dan amati selama 2 menit.

(+) : Warna abu-abu gelap atau hitam

  1. Sulfadiazin

Sulfadiazin, sulfamezhatin, sulfamerazin, sulfametoksazol, sulfafenazol

 

Rumus Bangun

Pemerian

Putih, putih kekuningan, atau pink hampir putih berbentuk kristal atau hablur, lambat laun menjadi gelap jika terpapar cahaya.

 

Reaksi Warna :

  • Koniferil alkohol à Jingga
  • Cuprum sulfat (metode 1) à Violet-Coklat
  • Reaksi Koppanyi-Zwikker à Violet-Pink
  • Merkuri nitrat à Hitam

 

Reaksi Kristal

Asam Pikrat, bouchardat, dragendorf, aseton air

 

  1. 3. Sulfamethoksazol

Rumus Bangun


Pemerian

.Kristal putih sampai putih-kekuningan.

Reaksi Warna

  • Koniferil alkohol à jingga
  • tembaga sulfat à hijau
  • Tes Koppanyi-Zwikker à biru-violet
  • merkuri nitrat à hitam

Reaksi Kristal

Fe complex, sublimasi ,aseton-air, asam pikrat

  1. 4. Sulfafenazole

Rumus Bangun

Pemerian

Serbuk kristal putih. Ketika dipanaskan bubuk menjadi cokelat; ketika dipanaskan lebih jauh, akan menghasilkan asap kekuningan yang berbau sulfur dioksida.

Reaksi Warna

  • Koniferil alkohol à jingga
  • tembaga sulfat à biru
  • tes Koppanyi-zwikker à biru-violet
  • merkuri nitrat à hitam
  • asam nitrat à kuning.

Reaksi Kristal

Fe complex, sublimasi ,aseton-air, asam pikrat

 

  1. 5. Sulfamerazin

Rumus Bangun

Pemerian

Putih atau putih kekuningan serbuk kristal yang lambat laun akan menjadi gelap jika terpapar cahaya.

Reaksi Warna

  • Koniferil alkohol à Jingga
  • Cuprum sulfat (metode 1) à Hijau lalu menjadi Coklat
  • Reaksi Koppanyi-Zwikker à Pink
  • Merkuri nitrat à Hitam

 

Reaksi Kristal

Sublimasi, aseton-air, asam pikrat, dragendorf, bouchardat, Fe complex.

  1. D. Sulfonamida Long Acting

  1. 1. Sulfamethoksipiridazin

Rumus Bangun

Pemerian

Serbuk Kristal putih sampai kekuningan, tidak berbau, tidak berasa.

Reaksi

Reaksi warna

  1. Reaksi dengan CuSO4

Caranya: zat dalam tabung reaksi +2ml air dipanaskan sampai mendidih + NaOH 2 tetes, setelah dingin + 1 tetes CuSO4 + 1 tetes HCl encer ad netral atau asam lemah (indicator congored, tetap warna merah)à coklat kehijauan

  1. Reaksi dengan AgNO3 àhitam
  2. Reaksi dengan HNO3àkuning

 

  1. 2. Sulfadoksin

Rumus Bangun

Pemerian

Serbuk kristal putih.

Reaksi

  • Reaksi warna
  1. Reaksi dengan CuSO4 → hijau
  2. Reaksi p-DAB-HCl (p-DAB 1gram+ HCl encer 10 ml+ aqua ad 100 ml)à (+)

Caranya: zat padat pada plat tetes + 2 tetes pereaksià jingga merah

  1. Reaksi dengan AgNO3 àhitam
  2. Reaksi dengan HNO3àkuning

  1. 3. Sulfametoprazin

Rumus Bangun

Pemerian

Serbuk kristal putih sampai kekuningan.

 

Reaksi

  • Reaksi warna
  1. Reaksi dengan CuSO4à hijau
  2. Reaksi dengan AgNO3 àhitam
  3. Reaksi dengan HNO3àkuning

  1. 4. Sulfadimethoxine

Rumus Bangun


Pemerian

Serbuk kristal putih sampai kekuningan.

 

Reaksi

  • Reaksi warna
  1. Reaksi dengan CuSO4 à hijau
  2. Reaksi dengan AgNO3 àhitam
  3. Reaksi dengan HNO3àkuning

  1. E. Sulfonamida Penggunaan Lokal

  1. 1. Sulfasetamid

Rumus Bangun

Pemerian

Bubuk Kristal putih, kuning muda, tak berbau, rasa asam keasinan lemah

Reaksi

  1. a. Reaksi Roux

Sulfacetamid (di atas plat tetes) + 1 tetes pereaksi Roux, aduk dengan batang pengaduk à warna hijau zamrud

  1. b. Reaksi Erlich dengan p-DAB-HCl

Sulfacetamid (di atas plat tetes) + 1-2 tetes p-DAB-HCl à warna hijau tua segera menjadi kuning jingga

  1. c. Reaksi dengan KBrO3

Sulfacetamid + 1mL H2SO4 4N + 1 tetes KBrO3 jenuh à kuning jingga-coklat tua

  1. d. Reaksi Indophenol

Panaskan zat 50-100 mg dalam tabung reaksi + 2ccair sampai mendidih lalu segera tambahkan 2 tetes NaOH dan 2 ml Kaporit + 1 tetes fenol liq. Segar à hijau tua segera

  1. e. Esterifikasi

Zat + etanol + H2SO4 pekat à etil asetat (bau cutex)

  1. f. Reaksi dengan CuSO4

Zat dalam tabung reaksi + 2 mL air dipanaskan hingga mendidih + 2 tetes NaOH, setelah dingin + 1 tetes CuSO4 + 1 tetes HCl encer sampai netral atau asam lemah (indicator congo red, tetap merah) à negatif (tidak terbentuk endapan)

  1. g. Pyrolisa

Zat à warna kuning, bau aniline + NH3

Zat + HCl à sulfanilamide (lakukan tes sulfanilamide)

 

  1. h. Reaksi Kristal

v  10mg zat + 1ml HCL 0,5N + CuO ammoniak à lihat mikroskop

v  Dengan p-DAB-HCl

v  Dengan aseton-air

v  Dengan asam pikrat

v  Sublimasi

 

  1. 2. Sulfadikramid

Rumus Bangun

Pemerian

Serbuk putih, tidak berbau, tidak berasa

Reaksi

  1. a. 10 mg zat + 2 tetes NaOH 0,1N + 1 tetes KMnO4 0,01N à warna hilang
  2. b. Reaksi Vanillin

1 tetes H2SO4 + beberapa kristal vanillin, campurkan + zat, panaskan di atas nyala api kecil à hijau tua (dilihat di bawah dasar putih)

 

  1. c. Reaksi Erlich dengan p-DAB-HCl

Zat ( di atas plat tetes) + 1-2 tetes p-DAB-HCl à warna jingga

 

  1. d. Reaksi Kristal

v  HCL 5% + zat à tidak berwarna

v  Sublimasi

v  Asam pikrat

v  Aseton-air

  1. F. Sulfonamida untuk Usus

  1. 1. Suksinilsulfathiazol

Rumus Bangun

Pemerian

Bubuk putih kekuningan, tak berbau, rasa agak pahit, dibakar bau menusuk.

Reaksi

  1. a. Reaksi ERLICH dengan p-DAB HCl

Zat (diatas plat tetes) + 1-2 tetes p-DAB-HCl à hasil negatif

Zat + HCl, dimasak lalu ditambahkan p-DAB-HCl à jingga

(zat + HCl pekat à sulfathiazol)

  1. b. Reaksi Diazo (untuk amin aromatis primer)

Zat + 2 tetes HCl 2N + 1 ml air + 2 tetes NaNO2 dan teteskan larutan 0,1 g β-Naftol dalam 2 ml NaOH à hasil negatif. (tidak terbentuk endapan jingga kemudian merah darah, jika yang dipakai α-Naftol menjadi merah ungu)

  1. c. Reaksi ROUX

Zat (diatas plat tetes) + 1 tetes pereaksi ROUX, aduk dengan batang pengaduk à warna hijau-kuning.

  1. d. Reaksi dengan KBrO3

Zat + 1 ml H2SO4 4N + 1 tetes KBrO3 jenuh à warna ungu, endapan coklat.

  1. e. Reaksi Umbelliferon

Zat + resorcin + H2SO4 pekat, dipanaskan, + NaOH + air à warna jingga berfluoreseensi hijau.Bila ditambah asam, warna hilang.Bila kemudian ditambah basa, warna timbul kembali.

  1. f. Fluoresensi à hijau
  2. g. Reaksi dengan Cu2SO4

Zat dalam tabung reaksi + 2 ml air dipanaskan hingga mendidih, + NaOH 2 tetes, setelah dingin + 1 tetes CuSO4 + 1 tetes HCl encer sampai netral atau asam lemah (indikator congo red, tetap merah) àwarna hijau abu-abu.

  1. h. Reaksi Kristal

-          Aseton – air

-          Fe kompleks

-          Zat + HNO3 pekat, gores-gores à mengendap

-          Zat + NH4OH + HCl 25% à kristal

-          Sublimasi

  1. 2. Phtalilsulfathiazol

Rumus Bangun

Pemerian

Bubuk putih, kuning putih, tidak berbau, rasa pahit lemah.

Reaksi

  1. a. Reaksi ROUX

Zat (diatas plat tetes) + 1 tetes pereaksi ROUX, aduk dengan batang pengaduk à warna hijau kuning kotor.

  1. b. Reaksi dengan KBrO3

Zat + 1 ml h2SO4 4N + 1 tetes KBrO3 jenuh à tidak berwarna.

 

  1. c. Reaksi DIAZO (untuk amin aromatis primer)

Akan member hasil negatif.

 

  1. d. Reaksi ERLICH dengan p-DAB-HCl

Zat (diatas plat tetes) + 1-2 tetes p-DAB-HCl à jingga kuning.

 

  1. e. Reaksi INDOPHENOL

Akan memberi hasil negatif (tidak terjadi perubahan warna/tidak berwarna)

 

  1. f. Reaksi UMBELLIFERON

Zat + resorcin + H2SO4 pekat, dipanaskan, + NaOH + air à warna kuning berfluoresensi hijau. Bila ditambah asam, warna hilang. Bila kemudian ditambah basa, warna timbul kembali.

 

  1. g. Reaksi kristal
  • Dragendorf
  • Aseton – air
  • Asam pikrat
  • Asam pikrolon
  • Fe kompleks
  • Sublimasi

About these ads
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s