barbital

Barbital adalah suatu golongan obat tidur yang mempunyai inti hasil kondensasi ester etil dari asam dietilmalonal dan ureum. Barbital (barbiturat) digunakan sebagai obat hipnotik, sedative, antikonvulsan, dan anastetik dengan sifat nonselektif. Barbiturat bersifat lipofil, sukar larut dalam air tetapi mudah dalam pelarut-pelarut nonpolar seperti minyak dan kloroform. Karena sifat lipofiliknya, barbiturat mudah menembus SSP dan daya hipnotiknya juga diperkuat. Dengan meningkatnya sifat lipofilik ini maka efeknya dan lama kerjanya dipercepat.

Barbital merupakan derivat dari asam barbiturate. Asam barbiturat merupakan hasil reaksi kondensasi antara urea dengan asam malonat melalui eliminasi 2 molekul air.

 

II.2 Sifat-sifat Umum

Sifat-sifat umum senyawa barbital antara lain :

  1. Barbital mempunyai asam berbasa satu yang sangat lemah, asam barbiturate dapat dalam bentuk keto dan bentuk enol, bentuk enol ini yang menyebabkan bereaksi asam dan dapat diionisasi. Oleh karena itu barbital larut dalam alkali. Tetapi garam-garam Na nya tidak stabil dalam air terutama sekali pada pemanasan, dalam air akan terhidrolis. Oleh karena mudah terhidrolisa maka garamnya dalam air tidak boleh disimpan lama.
  2. Asam barbiturate sukar larut dalam air, mudah larut dalam eter, kloroform, dan etil asetat
  3. Mudah mengadakan sublimasi, hasil sublimasi dapat dipakai untuk mengidentifikasi barbital, terutama jika sublimasi dalam keadaan vacuum.
  4. Barbital mempunyai titik lebur yang tajam, tetapi titik lebur ini sulit digunakan untuk identifikasi karena titik lebur tiap zat berdekatan.

Misal :  TL Luminal  : 173 – 174 C

TL Prominal :  174 – 176 C

 

Adapun barbital banyak digunakan untuk:

  1. Sebagai obat tidur : Dalam dosis yang banyak
  2. Sebagai sedativ : Dalam dosis yang sedikit
  3. Sebagai obat antikonvulsif
  4. Sebagai obat anastetika,narcose pendek

 

II.3 Penggolongan Senyawa Barbital

Penggolongan barbiturat disesuaikan dengan lama kerjanya, yaitu:

—  Barbiturat kerja panjang (6 jam)

Contohnya: Fenobarbital digunakan dalam pengobatan kejang

—  Barbiturat kerja singkat ( 3 jam )

Contohnya: Pentobarbital, Sekobarbital, dan Amobarbital yang efektif sebagai sedatif dan hipnotik

—  Barbiturat kerja sangat singkat ( 2-4 jam)

Contohnya: Tiopental, yang digunakan untuk induksi intravena anestesia.

 

II.4    Isolasi

Pengisolasian senyawa barbital dapat dilakukan dengan beberapa cara :

 

  1. 1. Pengocokan dengan Eter Suasana Asam

Cara ini pertama kali dikembangkan oleh Stass Otto yakni dengan jalan mengasamkan dengan asam tartat, tarik dengan eter. Untuk memurnikan maka larutan eter cuci dengan larutan soda, asamkan. Kocok lagi dengan eter, lapisan eter uapkan sehingga terdapat kristal daripada Barbital.Guna penambahan asam adalah bentuk keto tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik. Bentuk enol larut dalam air tapi tidak larut dalam pelarut organik. Dengan ion-ion H⁺ (penambahan asam) maka sesuai dengan hukum kimia maka keseimbangan bergeser kekiri. Jadi senyawa tersebut berada dalam bentuk yang tidak terdisosiasi yang dapat ditarik dengan eter. Menurut Rulhmann dan A. Burgin sebagai ganti asam batu anggur atau asam tartat dapat dipakai H2SO4 0,5 N pH 1 untuk mengasamkan larutan.

Menurut penyelidikan Y Buchi dan X Pertia, pemurnian daripada lapisan eter dengan larutan soda memang dapat menarik kuantitatif dari Barbital kecuali Pentotal. Oleh karena itu Y Buchi dan Pertia mengusulkan identifikasi yang lebih baik sehingga semua barbital tertarik.

Caranya ialah larutan Barbital diasamkan dengan asam tartat hingga pH nya ±2,05. Dimana konsentrasi asam tartat 2 – 2,5% dari larutan Barbital. Cairan ini dikocok dengan eter, lapisan eter pisahkan dan cuci dengan larutan Na2CO3 2% dengan pH 10,85. Larutan soda asamkan, kocok dengan eter, lapisan eter kumpulkan dan pisahkan. Keringkan dengan Na2SO4 eksikatus. Lapisan eter uapkan sehingga diperoleh kristal dari barbital.

 

  1. 2. Cara Tembaga Pyridin (Zwikker)

Barbital larutkan dalam campuran tembaga pyridin. Tambahkan beberapa tetes CuSO4 (campur 4 ml CuSO4 10% + 1 ml pyridin + 5 ml air). Maka barbital akan mengendap, endapan disaring cuci berturut-turut dengan air yang mengandung piridin dengan spiritus 70% akhirnya eter. Endapan + asam encer sehingga kristal kembali diuraikan menjadi barbital yang akan dipisahkan bila dikocok dengan eter atau kloroform. Lapisan eter bila diuapkan akan terdapat barbital dan dapat dilakukan reaksi identifikasi selanjutnya.

 

  1. 3. Cobalt Calcium Compleks (Cara Pesez)

Campuran barbital dilarutkan dalam methanol, tambahkan beberapa tetes pereaksi Cobalt Nitrit 10% dan CaCl2 10%, basakan maka barbital akan mengendap. Endapan dikumpul dan dicentrifius. Setelah mengendap cuci dengan methanol, asamkan sehingga barbital akan memisah dari endapan, tarik dengan eter, kloroform, uapkan hingga mengkristal dan dilakukan identifikasi.

 

  1. 4. Sublimasi Mikro

Cara ini juga dipakai untuk memurnikan hasil isolasi dari campuran barbital yang telah tercampur zat kotoran. Hasil sublimasi dipengaruhi oleh suhu, tinggi ring sublimasi, dan lama sublimasi diadakan.

 

 

II.5 Identifikasi Barbital

Dalam pengidentifikasian suatu senyawa, dalam hal ini adalah senyawa Barbital digolongkan dengan 2 cara, yaitu:

  • KIMIA

Identifikasi dengan melakukan berbagai reaksi warna dan pengendapan

  • FISIKA

Identifikasi dengan Titik Leleh, Kromatografi Lapis Tipis, Kromatografi Gas, dan spektrofotometer IR

Berikut ini akan dijabarkan mengenai semua proses reaksi identifikasi dari senyawa Barbital, secara garis besarnya, reaksi identifikasi terbagi atas:

 

 

  1. A. REAKSI UMUM
PEREAKSI HASIL REAKSI
Parri Warna
Vanillin Warna,
Zwikker (campuran CuSO4 dan piridin) Warna, Endapan
Biuret (CuSO4 + NaOH) Warna
Iodoform Endapan, Bau
Xanthydrol Endapan
Formaldehide Warna
Buchi-Pertia Endapan, Kristal
Resorsinol Warna
Merkuri Endapan

1. REAKSI PARRI

Prinsip: pembentukan senyawa kompleks antara barbital dengan senyawa Co dalam MeOH bebas air.

Barbital dalam Metanol murni + 2 tetes CoCl2 dalam asam asetat 1% dan 2 tetes NH4OH à warna ungu

Pertama kali ditemukan oleh Parri tahun 1935 dengan:

Veronal + H2SO4 (p) + α Naftol à ungu intensif

—  Modifikasi oleh Potjewijd

Barbiturat dilarutkan dalam spiritus fortior + CoCl2 + 1 tts NH4OH (p) à ungu

—  Modifikasi oleh Marshall

Barbital dalam lingkungan asam (eter atau kloroform), pisahkan lapisan eter dan kloroform, uapkan à residu taruh di atas kertas saring yang kering + beberapa tetes larutan Co(NO3) 2 1% dan MeOH absolut . Kertas saring kering taruh di atas uap amoniak à warna ungu merah. Identifikasi ini tidak spesifik karena memberikan hasil positif berwarna ungu juga kepada beberapa sulfa, theophyllin, asam camphoricum, theobromin, dan asam pthalat. Barbital yang negatif ialah Pseudobarbital, Adalin, Bromural, Sodormid, Sulfonal

  1. 2. REAKSI ZWIKKER

Reaksi kompleks barbital, Cu piridin.

—  Modifikasi:

Komponen basa digunakan piridin atau isopropilamin

Pelarut digunakan kloroform (CHCl3)

—  Cara:

Larutkan zat dalam 1 ml campuran (1 bagian piridin/1 bagian isopropilamin dalam 9 bagian CHCl3) + I ml CuSO4 1% dalam air àkocok à diamkan

—  Hasil:

–          Terdapat barbital à lapisan CHCl3 ungu, lapisan air biru

–          Diganggu asam salisilat dan aspirin à biru

–          Ada tiobarbital àlapisan CHCl3 biru, lapisan air biru

–          Diganggu tiofilin, teobromin, Na-salisilat, dan tiourasil àlapisan CHCl3 hijau

  1. 3. REAKSI BUCHI DAN PERTIA

Zat + CHCl3 + reagen (Co(NO3) 2 0,01M dalam metanol) + 0,25 ml isobutilamin 1M dalam CHCl3 à ungu

 

  1. 4. PENGENDAPAN DENGAN REAGEN MILLON

50 mg zat dalam air/aseton + 4 ml pereaksi à endapan

Umumnya akan memberikan endapan dengan garam Hg-(Nitrat, Asetat, Sulfat) tetapi tidak mengendap dengan HgCl 2

  1. B. REAKSI TERHADAP SUBSTITUEN BARBITAL

1. LASSAIGNE (adanya halogen dan belerang)

  • Cara membuat filtrat Lassaigne:

Zat dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam tabung reaksi kering, masukkan Na, masukkan sedikit lagi zat à pijar ±30’ à larutkan dalam etanol

—  Pemeriksaan S:

1/3 filtrat asamkan dengan HNO3 à panaskan hingga mendidih + 5 tts lar AgNO3 5% à endapan (Cl, Br,I)

—  Membedakan Cl, Br,I

AgCl,  AgBr, dan AgI + amoniak à AgCl larut, AgBr dan AgI mengendap

  1. 2. BEILSTEIN TEST (adanya gugus halogen: F, Br)

Pijar dengan kawat Cu à memberikan nyala hijau (Cu-halogenida yang menguap)

  1. 3. ADANYA GUGUSAN TAK JENUH
  • Hilangnya warna Brom oleh larutan zat dalam air
  • Hilangkan warna KMnO4 :

Zat + NaOH 2N + 1 tetes KMnO4

 

  1. 4. ADANYA GUGUS FENIL AROMATIS

—  Oksidasi menjadi asam benzoat

0,05 g zat + 10 tts KMnO4 + beberapa tetes NaOH 4N diuapkan sampai kering à sisa + 10 tts air, uapkan lagi, lalu tambahkan air + 3 tts H2SO4 4N.

Kocok dengan eter, keringkan dengan Na-Sulfat eksicatus, masukkan ke dalam tabung reaksi à akan terdapat kristal asam benzoat menempel di tabung (positif gugus fenil)

—  Reaksi Ekkert

10 mg zat + H2SO4 (p) + 5 tts formalin à merah anggur (positif barbital, luminal, veronal)

Larutan warna dipanaskan dengan air mendidih à jingga kuning dengan florosensi hijau (positif gugus fenil)

  1. C. REAKSI WARNA DAN PENGENDAPAN

1. dengan H2SO4 (P)

0,01 g zat + beberapa tetes H2SO4 (p) dipanaskan à timbul warna

2. MARQUIS

0,01 g zat dilarutkan dalam 4ml H2SO4 (p) + 1ml formaldehid, panaskan di WB à merah & florosensi hijau (Sandoptal), tidak florosensi (Luminal, dll)

3. KRISTAL p-DAB

0,01 g zat dalam 4ml H2SO4 (p) + beberapa butir kristal p-DAB, panaskan beberapa menit di WB à merah (Luminal), merah tua (Nembutal, Evipan)

4. VANILIN- H2SO4

sedikit zat dipanaskan dengan 1% vanillin dalam H2SO4 (p), beberapa menit di WB à merah karsen

 

  1. D. REAKSI WARNA

1. SALISILDEHID-H2SO4

0,01 g zat + Iml H2SO4 (p) + beberapa tetes salisildehid 1% dalam spiritus, panaskan di WB à merah frambos (dial)

2. FURFUROL-H2SO4

Zat dalam H2SO4 (p) + larutan furfurol 5% dalam spiritus, panaskan di WB à ungu (Phanodorm, Medomin), merah coklat (Thiobarbital, Pentotal)

3. FENOL-H2SO4

Merah rosa (Phanodorm, Kemithal, Evipan), jingga Cydopal

4. PIPERONAL-H2SO4

0,5% piperonal dalam alkohol + zat à berwarna

5. NITRASI menurut RANWEZ

10 mg zat + 10ml HNO3 /H2SO4 (p), panaskan 10’ di air mendidih, dinginkan, encerkan dengan air à kuning dan endapan + NH4OH berlebih à kuning

 

  1. E. REAKSI KRISTAL

1. SUBLIMASI

Veronal, Luminal, Phenodorm, Allonal, Difenil hidantion

2. REAKSI NaOH dengan ASAM ASETAT

Larutan zat dalam BaOH/KOH à asamkan dalam asam asetat à kristal yang diawali dengan adanya tetes minyak warna hijau

3. REAKSI PENGENDAPAN dengan FOSFAT

Larutan zat dalam KOH, teteskan pada objek glass + kristal amonium fosfat à endapan

4. REAKSI Cu, Fe, dan Br Kompleks

Zat + pereaksi pada objek glass à panaskan à kristal

5. REAKSI BAUCHARDAT

Zat + pereaksi bauchardat à kristal (veronal, luminal, ruonal)

6. REAKSI dengan AQUA BROM

Larutkan zat dalam KOH + 1 tetes aqua brom à kristal (phenodorm, veronal)

7. REAKSI dengan AgNO3

Larutan zat dalam AgNO3 5% + amoniak hingga endapan larut

8. AQUA BARIT

Zat padat + 1 tetes aqua barit à kristal (dial)

 

II.6 Identifikasi Turunan Senyawa Barbital

 

1. ALLONAL

ü  Sinonim : isopral + pyramidon

 

ü Pemerian : bubuk berwarna kuning, pahit

ü Reaksi

  • Zat +FeCl3 à ungu
  • Zat + Aqua brom à ungu à hilang
  • Zat + KmnO4 à mereduksi
  • Isopral : +
  • Pyramidon : +
  • Reaksi kristal :
  • Dragendorf
  • Bouchardat
  • Fe-kompleks
  • Cu-kompleks

2. AMYTAL

ü  Sinonim :Asam ethylisoamylbarbiturat

 

ü  BM : 228,27

ü  Pemerian : kristal agak putih

ü  TL : 156-1580C

ü  Kelarutan : dalam air : (1:1300); ethanol (1:5); chloroform (1:7); ether (1:6)

ü  Fungsi      : Hypnotik

ü  Reaksi      : Larutan dalam air yang jenuh bereaksi asam terhadap lakmus (memberi warna merah terhadap lakmus)

ü  Reaksi kristal :

  • § larutan jenuh dalam NaOH+NH4 fosfat, kristal, lama
  • § Fe-kompleks
  • § Cu-kompleks
  • § Zat + pereaksi Wagenaar : jarum kecil dan besar
  • § Sublimasi

 

3. APROBARBITAL

ü  Sinonim : Isopral

 

ü  Rumus molekul : C10H14N2O3

ü  BM : 210,23

ü  Pemerian :  Kristal putih, agak pahit, higroskopis, TL : 1400C

ü  Larutan jenuh dalam air : asam

ü  Kelarutan : hampir tidak larut dalam air, larut dalam alkohol, CHCl3, eter, aseton, asam asetat glasial, alkali hidroksida

ü  Fungsi      :Sedative, hipnotik

ü  Reaksi :

  • Zat +formalin H2SO4à kuning coklat berflouresensi biru
  • Zat dapat mereduksi KMnO4 dan Aqua Brom (warna menjadi hilang)
  • Reaksi kristal :
    • Cu-kompleks
    • Fe-kompleks
    • Sublimasi
    • NaOH + NH4 fosfat

 

4. DIAL

ü Sinonim : Allobarbital, 5,5 asam diallylobarbiturat

 

ü  Rumus molekul : C10H12N2O3

ü  BM : 208,21

ü  Pemerian : kristal agak pahit

ü  TL : 171-173 0C

ü  pH: larutan jenuh bereaksi asam terhadap lakmus

ü  Kelarutan :dalam air (1:300) : air mendidih (1:50) : etanol (1:20); ether (1:20); sangat larut dalam etanol panas, larut dalam aseton, ethylasetat

ü  Fungsi       : Hypnotik sedative

ü  Reaksi :

  • Zat +NaOH +KMnO4 à segera hijau
  • Zat +Vanilin-H2SO4 àmerah
  • Zat +Aqua brom à mereduksi (warna hilang)
  • Zat +Salisilaldehid-H2SO4 àmerah
  • Zat + H2SO4 (p) + beberapa butir kristal p-DAB àmerah
  • Reaksi kristal :
    • NaOH + Asam asetat glasial
    • Fe-kompleks
    • Sublimasi
    • Cu-Kompleks
    • Larutan jenuh+NaOH +(NH4)3PO4
    • Fe-Komplek
    • Zat +Aqua Barit à keping-keping, lama-lama jarum

 

  1. 5. DIPHENYLHYDANTOIN-Na

ü Sinonim : Dilantoin Na, alepsin, Phenitcinum Na

 

ü  BM : 274,25

ü  Pemerian : bubuk kristal putih , rasa seperti sabun, pahit menggigit, tidak berbau, agak higroskopik,terpapar  udara  akan menyerap CO2 dan melepaskan difenylhydantoin

ü  Kelarutan : dalam air ( 1:66) tetapi larutan keruh kecuali ditambah alkali hingga pH 11,7; larut dalam 10,5 ml ethanol; tidak larut dalam eter dan kloroform, mudah terdisosiasi oleh asam lemah seperti CO2 dengan mengurai diphenylhydantoin

ü  Fungsi :Anticonvulsant, antiepilepsis

ü  Reaksi :

  • PARRI : sebelum ditambahkan NH3 : ungu, setelah ditambahkan berwarna biru
  • Zat +NaOH : merah keunguan tak tetap, ada bintik-bintik ungu

 

6. EVIPAN

ü  Sinonim : asam N-methylcyclohexanyl methyl barbiturat, Hexobarbital

 

ü  Struktur molekul : C12H16N2O3

ü  BM : 235,26

ü  Pemerian : kristal prisma, tak berasa

ü  TL 145-1470C

ü  Kelarutan : praktis tidak larut dalam air, alkali karbonat;  larut dalam methanol, ethanol, ether, CHCl3, aseton, benzen, basa.

ü  Fungsi      : Sedative hipnotik

ü  Reaksi :

  • Zat +H2SO4 pekat à kuning lama-lama merah jingga
    • Reaksi kristal :

a. larutan jenuh dalam NaOH + NH4 fosfat

b. Fe-kompleks

c. Bi-kompleks

d. Cu-kompleks

e. Sublimasi

 

7. KEMITHAL

ü  Sinonim : 5-allyl-5 (2-cyclohexenal)-2-thiobarbiturat Na

ü  Rumus molekul : C13H16N2O2Sna

ü  BM : 287,36

ü  Pemerian : Bubuk kuning pucat, agak pahit, higroskopis

ü  TL : 148-156

ü  Kelarutan : larut dalam air

ü  Fungsi        : Anastetik

ü  Reaksi :

  • Reaksi Parri : +
  • Penarikan dari pembawa diasamkan lebih dahulu
  • Reaksi dengan aseton air : tetes minyak
  • Reaksi kristal :

a. Wagenaar

b. Aseton –air

 

8. LUMINAL

ü  Sinonim : asam phenylaethylobarbiturat, gardenal

 

ü  BM : 232,23

ü  Rumus molekul : C12H12N2O3

ü  Pemerian :Bentuk garam Ba, kristal dengan 3 fase berbeda, rasa agak pahit

ü  Kelaruan : air (1:1000), ethanol (1:8), CHCl3 (1:40), ether (1:13), benzen (1:700), larut dalam alkali hidroksida dan karbonat

ü  TL : 174-178

ü  pH : asam

ü  Fungsi       :antikonvulsan, hipnotik sedativ

ü  Reaksi :

  • Zat + α-naphtol +H2SO4 pekatà ungu
  • Reaksi ekkert (gugus phenyl) : zat+formalin H2SO4 pekat à merah
    • Reaksi kristal :

a. Sublimasi

b. Wagenaar

c. Fe-kompleks

d. Cu-kompleks

e. Bi-kompleks

f.NH4 fosfat

 

9. NEMBUTAL

ü  Sinonim : ethylmethylbuthylbarbiturat Na, pentobarbital Na

 

ü  Rumus molekul : C11H17N2O3Na

ü  Pemerian : butir kristal/bubuk putih, rasa agak pahit

ü  Kelarutan : mudah larut dalam alkohol, air, praktis tidak larut dalam ether

ü  Larutan bereaksi alkalis terhadap lakmus dan phenolphtalein

ü  Larutan dalam air mudah terurai, tak boleh disimpan dan disterilkan.

ü  Fungsi        : Hipnotik, sedatif

ü  Reaksi :

  • Zat +H2SO4 pekat à coklat
  • Reaksi kristal :

a. Fe-kompleks

b. Cu-kompleks

c. larutan dalam NaOH 0,1 N sampai jenuh +NH4 fosfat

 

10. OLTHOPHAN

ü  Pemerian : kristal putih, rasa agak pahit

ü  Reaksi :

  • Zat +H2SO4 pekat à kuning jingga
  • Zat +vanilin H2SO4 pekat à kuning dengan fluoresensi hijau
  • Zat +phenol H2SO4 à rosa
  • Reaksi kristal :

a. Fe-kompleks

b. Sublimasi

c. NaOH/HAc

c. Bi-kompleks

d. Cu-kompleks

 

11. Orthal – Na

ü  Sinonim: etil hexenil barbiturat Na, hexetal sodium

ü  Berat molekul: 262, 29

ü  Rumus molekul: C12H19NNaO3

ü  Rumus bangun:

ü  Karakteristik:

  • Pemerian: serbuk putih, agak kuning, rasa pahit.
  • pH: basa
  • Kelarutan: sangat larut dalam air, larut dalam etanol, tak larut dalam eter dan benzene, larutan dalam air bereaksi alkalis terhadap lakmus, larutan dalam air tidak stabil kalau didiamkan.

ü  Reaksi

  • Reaksi kristal:
  • § Cu kompleks
  • § Fe kompleks
  • § (NH4)H2PO4

 

12. Pentothal – Na

ü  Sinonim: Thiopental Na

ü  Nama IUPAC: [5-etil-4,6-diokso-5-(pentan-2-il)-1,4,5,6-tetrahidropirimidin-2-il]sulfanid sodium

ü  Berat molekul: 264,33

ü  Rumus molekul:C11H17N2O2SNa

ü  Rumus bangun:

ü  Karakteristik:

  • Pemerian: serbuk putih kekuningan, higroskopis, biru seperti bawang.
  • pH: 12,5
  • Kelarutan: larut dalam air dan alcohol, tidak larut dalam eter, benzene dan petroleum eter, larutan dalam air jika didiamkan terurai dan jika dipanaskan terjadi endapan.
  • Larutan 2,5 % b/v dalam air bereaksi alkalis kuat dengan pH 10,5.

ü  Spesifikasi dalam sediaan farmasetik:

Dibuat dalam sediaan serbuk yang steril yang kemudian direkonstitusi dengan pelarut yang sesuai dan diberikan secara IV (untuk yang bentuk Na).

  • Pentothal Na steril adalah campuran penthotal Na steril (91,7 %) dengan Na2CO3 anhidrid (Na2CO3 sebagai dapar (60mg/g Na thiopental).

 

13. Persedon

ü  Sinonim: 3,3-dietil-2,4-dioxotetrahidropiridin.

ü  Berat molekul: 167,20

ü  Rumus molekul: C9H13NO2

ü  Rumus bangun:

ü  Karakteristik:

  • Pemerian: serbuk kuning muda, rasa pahit.
  • TL: 92-93°C
  • pH: asam
  • Kelarutan: larut dalam air dan pelarut organik.
  • Bersifat hipnotik sedatif.

ü Reaksi:

  • Parri: sangat lemah
  • Reaksi Kristal:
    • Fe kompleks
    • Cu kompleks

 

14. Panodorm

ü  Sinonim: siklodorm, siklobarbitalum, heksamalum

ü  Berat molekul: 236,26

ü  Rumus molekul: C12H16N2O3

ü  Rumus bangun:

ü  Karakteristik:

  • Pemerian: Kristal mengkilap, rasa sangat pahit.
  • TL: 171-174°C
  • Kelarutan: sedikit laut dalam air, cukup larut dalam air panas (mendidih).
  • Terdapat dalam bentuk garam Ca.
  • Bersifat hipnotik sedatif.

ü  Reaksi:

  • Zat + pereaksi zwikker ” violet biru.
  • Zat + H2SO4 (p) ” kuning lama-lama jingga coklat.
  • Reaksi Kristal:
  • § Larutan jenuh dalam NaOH + asam asetat
  • § Kompleks Bi
  • § Kompleks Cu
  • § Kompleks Fe
  • § Dragendorf

 

15. Prominal

ü  Sinonim: asam 5-etilmetil-5-fenilbarbiturat

ü  Berat molekul: 246,26

ü  Rumus molekul: C13H14N2O3

ü  Rumus bangun:

ü  Karakteristik:

  • Pemerian: Kristal putih, tak berasa
  • TL: 176°C
  • Kelarutan: larut baik dalam air panas dan alkohol.
  • Antikonvulsan dan sedatif.

Sifat antikonvulsan nya akibat dari substitusi 5-fenil.

ü  Reaksi:

  • Zat + HCl ” disublimasi bentuk bintang laut.
  • Reaksi gugus fenil (+)
  • Dalam tabung reaksi + H2SO4 (p) + zat + formalin (di WB) ” merah anggur
  • Zat + HCl ” endapan.
  • Reaksi Kristal:
  • § Larutan jenuh dalam NaOH o,1 N + asam asetat encer
  • § (NH4)H2PO4

 

16. Rutonal

ü  Sinonim: asam 5-metil-5-fenilbarbiturat

ü  Berat molekul: 218,21

ü  Rumus molekul: C11H10N2O3

ü  Rumus bangun:

ü  Karakteristik:

  • Pemerian: kristal, rasa agak pahit.
  • TL: 226°C
  • pH: basa.
  • Kelarutan: tidak larut dalam air, larut dalam alcohol, eter dan alkali.
  • Dapat membentuk garam Na yang larut.
  • Antikonvulsan dan sedatif.

Sifat antikonvulsan nya akibat dari substitusi 5-fenil.

ü  Reaksi:

  • Parri (+)
  • Reaksi Kristal:
  • § Kompleks Fe
  • § Kompleks Cu
  • § Cu amoniak
  • § Zat dilarutkan + NH4OH + diasamkan dengan HCl (p)

 

17. Serdomid

ü  Sinonim: allysisopylacetluerum

ü  Berat molekul: 184,23

ü  Rumus molekul: C9H16N2O2

ü  Rumus bangun:

ü  Karakteristik:

  • Pemerian: Kristal, tak berasa.
  • TL: 194°C
  • Kelarutan: larut dalam 3 liter air, larut dalam 210 ml air mendidih, dalam alcohol 1:10, dalam eter 1:75.
  • Sedatif.

ü  Reaksi:

  • Dapat menghilangkan warna KMnO4
  • Ikatan rangkap (+)
  • Larutan zat dalam air + H2SO4 (di WB) ” bau permen.
  • Zat + FeCl3 ” coklat.
  • Reaksi Beilstein (+)
  • Sublimasi: ring seperti air mancur.

 

18. Soneril

ü  Sinonim: neocal, butetal, butobarbitalum.

ü  Berat molekul: 212,34

ü  Rumus molekul: C10H16N2O3

ü  Rumus bangun:

ü  Karakteristik:

  • Pemerian: Kristal rosa, keeping taplet, rasa agak pahit.
  • TL: 124-127°C
  • Kelarutan: larut dalam etanol (1:5), tak larut dalam petroleum eter, dalam air (1:250), dalam kloroform (1:3).

ü  Reaksi:

  • Reaksi Parri: ungu
  • Zat + pereaksi zwikker ” violet biru.
  • Reaksi Kristal:
    • § Sublimasi
    • § Wagenaar
    • § Kompleks Cu
    • § Kompleks Fe
    • § Aseton air
    • § Kompleks Bi

 

19. Veronal

ü  Sinonim: asam dietilobarbiturat, barbital, barbiton.

ü  Berat molekul: 184,19

ü  Rumus molekul: C8H12N2O3

ü  Rumus bangun:

ü  Karakteristik:

  • Pemerian: Kristal jarum, rasa agak pahit
  • TL: 188-192°C
  • Kelarutan: larut dalam air, air mendidih, alkohol amilalkohol, piridin, anilin, niirobenzen, dalam kloroform (1:75).

ü  Reaksi:

  • Zat + H2SO4 (p) + alfa naftol ” ungu violet
  • Zat + pereaksi zwikker ” biru.
  • Zat + aquabrom ” tidak membentuk endapan.
  • Reaksi Kristal:
  • § Sublimasi
  • § Zwikker: membentuk kristal rosa
  • § Kompleks Cu
  • § Kompleks Fe
  • § Kompleks Bi
  • § NaOH + asam asetat
  • § NaOH + (NH4)H2PO4

 

 

Bentuk garamnya: Veronal Na.

ü   Sinonim: barbital Na, dienal natrium, medinal.

ü   Pemerian: kristal putih.

ü   Kelarutan: larut air (1:5), dalam etanol (1:60), tidak larut dalam eter dan kloroform.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s